DPP Partai Hanura Datangi Mapolres Lotim

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sekretaris Koordinator Wilayah Bali, Nusa Tenggara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Gustopo mendatangi Mapolres Lotim, Jumat (05/6).

Kedatangan Gustopo yang didampingi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Lotim, H Abdul Wahab guna mempertanyakan kejelasan dan tindaklanjut proses hukum dugaan korupsi dana bansos sebesar Rp100 juta yang dilakukan oleh kader Hanura yang saat ini duduk menjadi anggota DPRD NTB, H Rumaksi.

Dan kedatangan DPP Hanura tersebut, diterima Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Kiki Firmansyah bersama Kaur Bin Ops (KBO), IPDA Made Sutama, dan langsung mengadakan pertemuan tertutup.

Selang 15 menit setelah mengadakan pertemuan itu, Sekretaris Korwil Bali, Nusra DPP Partai Hanura, Gustopo keluar dari ruangan Kasat Reskrim dan langsung dicegat wartawan untuk diminta komentarnya.

‘’Nanti saja teman-teman media,’’ kata Gustopo singkat kepada media massa untuk kemudian langsung menuju mobilnya dan meninggalkan Mapolres Lotim.

Sementara itu, Kapolres Lotim, AKBP Heri Prihanto melalui Kasat Reskrim, AKP Kiki Firmansyah saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan pengurus DPP Hanura itu tak lain untuk menanyakan kepada pihaknya mengenai kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi dana bansos yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD NTB dari Partai Hanura, H Rumaksi.

‘’Dari DPP Hanura hanya menanyakan sampai sejauhmana penanganan kasus korupsi kader Hanura ini,’’ kata Kiki Firmasyah.

Kiki menjelaskan, hingga saat ini kasus hukum oknum anggota DPRD NTB tersebut masih tahap P19 dan belum bisa P21. Karena, dari pihak kejaksaan masih mengembalikan berkasnya mengingat belum lengkap alat buktinya.

Maka, ini yang tentunya masih dilakukan penyelidikan, guna mendapatkan bukti lagi agar kasusnya cepat P21. Karena sampai saat ini, kasusnya sudah satu tahun lebih lamanya.

‘’Kami ingin cepat-cepat kasus oknum anggota DPRD NTB itu P21, tapi dari pihak kejaksaan masih saja terus mengembalikan berkasnya, karena ada alat bukti yang masih kurang,’’ ungkap Kiki.

Lebih jauh Kiki menambahkan, kalau oknum Ketua Yayasan Nahdatussopiah, Ustaz Kamaludin, sudah divonis bersalah dalam kasus tersebut, dan saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Selong.

Sementara dari pengakuan pihak yayasan itu, hanya menerima uang das bansos setelah cair sebesar Rp10 juta dari jumlah keseluruhannya Rp100 juta. Karena sisanya diambil oleh oknum anggota dewan tersebut.

‘’Yang jelas, kami akan terus memproses kasus ini sampai P21. Mengenai masalah berkas yang dikembalikan jaksa, akan kami lengkapi,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.