Bejat, Bapak Diduga Hamili Anak Tiri

HAMIL 5 BULAN: Inisial S (15 tahun), warga Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, diduga dihamili oleh bapak tirinya. (Ilustrasi/Lomboktoday.co.id)
HAMIL 5 BULAN: Inisial S (15 tahun), warga Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, diduga dihamili oleh bapak tirinya. (Ilustrasi/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Kasus dugaan pencabulan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur. Kini, inisial S (15 tahun), warga Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menjadi korban aksi bejat ayah tirinya. Dimana, S dipaksa Sah (40 tahun), pelaku yang merupakan ayah titrinya, untuk melayani nafsu bejatnya.

Akibat perbuatan ayah tirinya, korban mengandung lima bulan. Sebelumnya, korban sempat diancam pelaku akan dibunuh kalau menceritakan perbuatannya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Pihanto yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pemerkosaan anak di bawah umur, yang dilakukan oleh ayah tirinya.  ‘’Kalau melihat kasus kehamilan korban, kasus ini sudah berlangsung lama,’’ kata Kapolres Lotim, AKBP Heri Prihanto kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/6).

Terhadap pelaku menurut Kapolres, telah diamankan di Mapolres untuk menghindari aksi massa. Karena sebelumnya, pelaku sempat dimasa oleh warga yang mengetahui perbuatan bejatnya.

Terungkapnya kasus bejat ayah tiri ini menurut Kapolres, pelaku kerap memaksa korban untuk melayaninya, meski korban telah mengandung lima bulan. Lantaran tidak tahan akan perbuatan ayah tirinya, korban menceritakan yang dialami pada ibunya, dan pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Namun, sebelum dijemput polisi, warga yang murka mendengar cerita korban langsung menghajar pelaku hingga babak belur. Pelaku sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Jerowaru, dengan penjagaan ketat polisi. Kasus inipun tengah ditangani Polsek Jerowaru.

Atas perbuatannya itu, pelaku diganjar Undang-Undang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *