Komisi I DPRD Loteng Bongkar Mahalnya Biaya Pembuatan SIM

MAHAL BUAT SIM: Suasana pembahasan mahalnya pembuatan SIM di Satlantas Polres Loteng, yang digelar di gedung DPRD Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
MAHAL BUAT SIM: Suasana pembahasan mahalnya pembuatan SIM di Satlantas Polres Loteng, yang digelar di gedung DPRD Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
MAHAL BUAT SIM: Suasana pembahasan mahalnya pembuatan SIM di Satlantas Polres Loteng, yang digelar di gedung DPRD Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah, Samsul Qomar mengatakan, proses pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) di Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Tengah selama ini, tidak sesuai prosedur yang telah ditentukan.

Dimana, biaya pembuatan SIM di Satlantas Polres Loteng tersebut dinilai terlalu mahal. Hal itu disampaikan Samsul Qomar pada saat memanggil pihak Polres Loteng ke gedung DPRD Loteng, berkaitan dengan biaya pembuatan SIM, Kamis (18/6).

Samsul Qomar menjelaskan, biaya pembuatan SIM di Satlantas Polres Loteng, masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar Rp1 juta untuk SIM B, Rp500 ribu untuk SIM A, dan Rp400 ribu untuk SIM C.

Rincian kalkulasi semua biaya pembuatan SIM itu, yakni untuk biaya kesehatan sebesar Rp35 ribu, biaya pembuatan sertifikat kursus mengemudi Rp300, dan cetak SIM Rp120 ribu. ‘’Itu artinya betul-betul pembodohan, dan masyarakat juga sudah banyak yang mengeluhkan mahalnya biaya pembuatan SIM di Satlatas Polres Loteng ini,’’ katanya.

Anggota DPRD Loteng lainnya, Suhaimi juga berharap agar pihak Satlatas Polres Loteng bersikap netral dalam hal rekomendasi kesehatan yang dikeluarkan oleh dokter yang menjadi syarat pembuatan SIM. Sehingga, semua dokter yang ada, khususnya di Loteng ini, juga bisa mengeluarkan surat rekomendasi kesehatan.

Menanggapi hal itu, Waka Polres Loteng, Kompol Lalu Salehudin mengatakan, sesuai aturan bagi pemohon pembuatan SIM baru itu, yakni untuk SIM A Rp120 ribu, SIM B-I Rp120 ribu, SIM B-II Rp120 ribu, SIM C Rp100 ribu, SIM D Rp50 ribu, dan SIM Internasional Rp250 ribu.

Sedangkan untuk biaya uji keterampilan mengemudi melalui simulator SIM, sebesar Rp50 ribu, dan Asuransi Rp30 ribu. ‘’Apa yang menjadi keluhan dari mayarakat itu, kita akan evaluasi. Dan kami juga akan berbenah,’’ katanya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.