PNS di Lotim Keluhkan Pemotongan Gaji ke-13

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Munir. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Munir. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Munir. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Belasan ribu pegawai negeri sipil (PNS) dan guru di Kabupaten Lombok Timur mengeluhkan adanya pemotongan gaji ke-13 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dengan dalih untuk pemotongan zakat profesi sebesar 2,5 persen.

‘’Yang jelas, kami tidak terima pemotongan gaji ke-13. Padahal sebelumnya, kami juga telah dipotong gaji sebesar 2,5 persen untuk zakat,’’ keluh para PNS Lotim yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan di Selong, Lotim, Rabu (08/7).

Para PNS ini mengatakan, bila mengacu pada pemberian gaji ke-13 oleh pemerintah pusat, sejatinya itu dihajatkan untuk membantu meringankan beban bagi para PNS, untuk membiayai anaknya masuk sekolah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi, justeru malah Pemkab Lotim memotong gaji ke-13 secara sepihak seperti layaknya pemotongan gaji yang diperoleh PNS setiap bulannya.

‘’Kami hanya bisa diam saja dengan pemotongan gaji ke-13 itu, karena kalau bersuara lantang secara terang-terangan menolak, takutnya nanti kami diberikan sanksi. Padahal dalam aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat mengenai pemberian gaji ke-13 ini, tidak disebutkan adanya pemotongan,’’ ungkap para PNS ini.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Lotim, M Munir saat dikonfirmasi membenarkan bila gaji ke-13 bagi para PNS dan guru di Lotim dipotong oleh Pemkab Lotim sebesar 2,5 persen. ‘’Pemotongan gaji ke-13 itu merupakan kebijakan Pemkab Lotim untuk diarahkan ke zakat 2,5 persen,’’ kata Munir singkat.(SR/Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.