Beras Paket Ramadhan di Lotim Kutuan

‘’Ribuan Karung Beras Dikembalikan ke Pihak Ketiga’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Beras paket Ramadhan 1436 Hijriyah yang di salurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kepada 80 ribu kepala keluarga (KK) kurang mampu, dinilai kualitasnya kurang bagus. Karena, terdapat kutuan dan bewarna. Seperti yang diterima oleh masyarakat Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Lotim, mengeluarkan kualitas beras paket Ramadhan yang diberikan itu, sebagian besar mengalami kutuan, berwarna dan kurang bagus.

KUALITAS JELEK: Kades Montong Beter, Fauzan Muhlis saat menunjukkan sampel beras paket Ramadhan yang kualitasnya jelek. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
KUALITAS JELEK: Kades Montong Beter, Fauzan Muhlis saat menunjukkan sampel beras paket Ramadhan yang kualitasnya jelek. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Selain kualitas beras yang dikeluhkan, juga kualitas sarung yang terdapat dalam paket Ramadhan itu, sangat jelek sekali. Hal ini harus diperhatikan oleh pemberi bantuan atau pihak ketiga yang memenangi tender tersebut. Jangan hanya mengedepankan keuntungan semata dari proyek tersebut, tapi kualitasnya harus diperhatikan, agar tidak dikomplain oleh penerima bantuan.

Pantauan Lomboktoday.co.id di gudang penyimpanan beras paket Ramadhan di wilayah Kecamatan Sakra Barat, terdapat ribuan karung beras yang telah didroping untuk dibagikan, terpaksa dikembalikan. Karena, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas pengawas barang, ditemukan kualitas barang yang kurang bagus.

‘’Warga yang telah menerima paket Ramadhan bersama berasnya melaporkan kalau kualitas beras kurang bagus dan terdapat kutuan,’’ kata Kades Montong Beter, Fauzan Muhlis kepada wartawan di kantornya sembari menunjukkan sampel beras paket Ramadhan yang kualitasnya jelek,’’ Kamis (09/7).

Fauzan mengatakan, terhadap warga yang memperoleh beras kurang bagus itu, langsung melaporkan kepada pihaknya. Begitu juga mengenai masalah kualitas kain yang dibagikan itu dinilai kurang bagus.

Pihaknya mengasumsi, harga beras yang dibagikan kepada masyarakat itu, kualitasnya seharga Rp7.000 per kilogram. Sedangkan kain, kisaran harga Rp25 ribu-Rp30 ribu per lembar. Asumsi ini kuat mengingat dirinya pernah menjadi penjual beras dan kain, bahkan pernah bermitra dengan pihak Bulog.

‘’Pemda harus segera menyikapi permasalahan ini, bila tidak ingin berkembang. Karena, baru satu kecamatan ditemukan kasus seperti ini,’’ ungkapnya.

Ditanya apakah beras yang dibagikan Pemkab Lotim kepada masyarakat miskin ini, tergolong beras C4 super, Kades Montong Beter ini menjelaskan, beras C4 super itu kualitasnya bagus dan harganya bisa mencapai Rp10 ribu per kilogram. Intinya bahwa ia sangat paham mana beras C4 super dan tidak, lantaran dirinya sudah lama bergelut di bidang jual-beli beras.

‘’Pokoknya, beras yang dibagikan ini bukan kualitas beras C4 super. Kalau memang ini beras C4 super, maka harus sama dengan spesifikasinya,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, petugas Kecamatan Sakra Barat yang menangani paket Ramadhan, Suhirman saat dikonfirmasi wartawan, membantah bila kualitas beras yang dibagikan kepada masyarakat melalui paket Ramadhan itu kualitasnya jelek.

Dari semua beras yang sudah disalurkan itu, belum ada kades atau kadus yang melaporkan mengenai masalah kualitas beras ini. Diakuinya memang ada beras dalam paket Ramadhan itu yang dikembalikan ke pihak ketiga, berdasarkan hasil temuan petugas pengawas barang saat melakukan pemeriksaan.

Tapi, itu sudah dibawakan penggantinya oleh pihak ketiga, dengan kualitas yang bagus. ‘’Itu fitnah kalau ada kualitas beras yang dibagikan kurang bagus. Kami hanya bertugas menerima untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak,’’ katanya.

Kabag Kesra Setdakab Lotim, Tony Satria Wibawa saat dikonfirmasi juga membantah bila kualitas beras yang disalurkan itu jelek. Sehingga, pihaknya akan mengecek masalah ini. ‘’Tidak mungkin kualitas beras itu jelek,’’ kata Toni singkat.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *