Gubernur NTB Akan Terima Satyalancana Wirakarya

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan Tim Sekretariat Militer RI beserta Tim Penilai Pusat, di ruang kerjanya, Selasa pagi (14/7).
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan Tim Sekretariat Militer RI beserta Tim Penilai Pusat, di ruang kerjanya, Selasa pagi (14/7).
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan Tim Sekretariat Militer RI beserta Tim Penilai Pusat, di ruang kerjanya, Selasa pagi (14/7).

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH M Zainul Majdi menjadi salah satu nominasi penerima tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI, Joko Widodo.

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menerima kunjungan Tim Sekretariat Militer RI beserta Tim Penilai Pusat, di ruang kerjanya, Selasa pagi (14/7).

Dalam kesempatan bertemu gubernur itu, dipergunakan untuk verifikasi data-data dalam rangka uji petik pemberian penghargaan itu. Gubernur didampingi Assisten III Bidang Administrasi Umum dan Kesra Setda Provinsi NTB, HL Syafi’i, serta Kepala BKKBN NTB, dr Virginia Anggraini.

Pada pertemuan itu, gubernur diminta untuk mempresentasikan data-data berkaitan dengan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Menurut Sucipto, petugas uji petik dari Sekmil RI, ada dua gubernur di Indonesia yang dinilai layak untuk diusulkan mendapatkan penghargaan ini, yaitu Gubernur NTB dan Gubernur Sulawesi Tengah. Hasil uji petik ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden RI.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena telah diusulkan untuk menerima penghargaan. Itu artinya, dirinya dianggap berkonstribusi dalam mensukseskan program kependudukan, khususnya program keluarga berencana. ‘’Apa yang saya lakukan masih jauh dari maksimal,’’ kata gubernur.

Tantangan kependudukan di NTB, kata gubernur, merupakan masalah yang sangat komplek dan masih sangat membutuhkan dukungan serta kerjasama semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

‘’Pengusulan ini semoga dianggap sebagai apresiasi dan motivasi bahwa jika kita serius untuk bekerja dengan cita-cita yang baik, maka dengan sendirinya akan mendapat dukungan dari semua pihak,’’ ungkapnya.

Jika berbicara khusus mengenai Keluarga Berencana/program ke-KB-an, lanjut gubernur, maka sebenarnya keberhasilan yang bisa dinikmati sekarang di NTB ini tidaklah dimulai pada masa kepemimpinannya. Tapi, sudah berjalan dan di rintis dari pemerintahan gubernur sebelumnya.

Pada zaman Presiden Soeharto, NTB sempat mendapat perhatian khusus pemerintah pusat karena dinilai memiliki angka pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Namun  Alhamdulillah, hasil sensus penduduk sekitar tahun 2010-2011 menunjukkan NTB sudah mampu menurunkan jumlah pertumbuhan penduduk, hingga berada di bawah standar nasional. Selain itu, tingkat fertilitas mulai bisa dikendalikan, kebesertaan masyarakat sebagai akseptor KB juga turut meningkat.

‘’Kami selalu mencoba menginterventarisir regulasi apa yang dapat dibuat, peluang mana yang terbesar yang dapat ditempuh untuk mensukseskan program KB,’’ ujarnya.

Bentuk keseriusan ini ditunjukkan dengan berbagai regulasi yang ditelurkan untuk mendukung program KB, hingga dukungan dalam bentuk kebijakan penganggaran (budgeting policy). Melalui program yang sifatnya dari ‘’hulu ke hilir’’, pihaknya berharap dapat mencetak dan membangun sumber daya manusia di NTB.

Contohnya, melalui Peraturan Gubernur No.23 Tahun 2013 tentang Pendidikan Anak Usia Dini I Holistik Integratif, Pemerintah NTB ingin benar-benar memastikan bahwa generasi di NTB harus mendapat kepastian tumbuh kembang, pengasuhan dan pendidikan anak sejak usia dini. Berbagai program rencana aksi daerah yang berujung pada keberhasilan NTB mendapat penghargaan MDGs Award tiga tahun berturut-turut dari Bappenas RI, program 3A (Absano, Akino dan Adono) yang telah berhasil menurunkan angka buta aksara, angka kematian ibu dan angka drop out di NTB. Pada tahun 2014 juga telah di set up program generasi NTB emas yang menyasar 300 desa di NTB.

Melalui program ini diharapkan dapat tercover 30 ribu ibu hamil hingga seribu hari. Artinya diberikan pendampingan dari proses kehamilan hingga tahap pemberian ASI selesai (2 tahun).(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.