Ombudsman Salahkan Bupati Loteng

‘’Terkait Gejolak Tenaga Honda K2 Loteng’’

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Masalah tenaga honorer daerah (Honda) kategori dua (K2) di Kabupaten Lombok Tengah, sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan. Itu sebabnya, persoalan tersebut mulai disikapi oleh pihak Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan menyalahkan sikap Bupati Loteng, HM Suhaili FT yang tidak kunjung mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan bagi tenaga Honda K2 tahun 2013-2014 tersebut.

‘’Kalau kita bandingkan dengan daerah lain, Loteng sangat lamban dalam menyelesaikan persoalan tenaga Honda K2 ini,’’ kata Adhar Hakim saat konferensi pers di Praya, Selasa (14/7).

Pembiaran persoalan yang cukup lama ini, menurut Adhar Hakim, memberikan ruang bagi oknum tertentu untuk bermain terhadap nasib 763 orang tenaga Honda K2 di Loteng. Dari hasil investigasi yang dilakukan Ombudsman NTB, ditengarai adanya keterlibatan oknum orang dalam Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Loteng yang memanfaatkan kesempatan tersebut. ‘’Oknum orang dalam BKD itu meminta sejumlah uang kepada masing-masing tenaga Honda K2 ini,’’ ungkapnya.

Bahkan, akses informasi terkait Honda K2 di BKD Loteng, terkesan sangat tertutup dengan berbagai alasan dari pihak BKD. ‘’Kami menemukan indikasi ada oknum  pejabat BKD Loteng yang meminta uang sebesar Rp1 juta ke para tenaga Honda K2, dengan alasan memuluskan para honorer untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP),’’ ujarnya.

Modus yang dilakukan dalam memungut uang tersebut, lanjut Adhar Hakim, dengan membagi seluruh tenaga Honda K2 menjadi enam kelompok. Masing-masing kelompok dikoordinir oleh satu orang tenaga Honda  sebagai penghubung dengan oknum pejabat tersebut.

‘’Kami sudah melacaknya dan tempat pelaku melakukan transaksi pun sudah ada dalam rekaman kami, mulai dari masjid Agung, Bendungan Batujai hingga ke rumah pelaku,’’ jelasnya.

Meski demikian, Ombudsman tidak menganggap pungutan uang itu sebagai perbuatan suap. Karena para tenaga Honda K2 tersebut berada pada posisi tertekan dan terpaksa demi mendapatkan NIP sesuai yang dijanjikan oknum pelaku pejabat dalam BKD Loteng. ‘’Uang itu terpaksa dikeluarkan, bukan sebagai perbuatan suap,’’ pungkasnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.