Dandim Lotim Gelar Pertemuan FKUB-Kommas

Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol ARM Rama HB saat menggelar silaturrahmi dengan Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Forum Komonikasi Umat Beraga (FKUB) dan Komunikasi Masyarakat (Kommas), di Makodim 1615 Lotim, Kamis (23/7). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

‘’Untuk Mengantisifasi Kasus Tolikara’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Mengantisifasi beberapa kejadian menyangkut kasus SARA, seperti yang terjadi di wilayah Tolikara, Papua, Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol ARM Rama HB, menggelar silaturrahmi dengan Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Forum Komonikasi Umat Beraga (FKUB) dan Komunikasi Masyarakat (Kommas), di Makodim 1615 Lotim, Kamis (23/7).

Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol ARM Rama HB saat menggelar silaturrahmi dengan Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Forum Komonikasi Umat Beraga (FKUB) dan Komunikasi Masyarakat (Kommas), di Makodim 1615 Lotim, Kamis (23/7). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol ARM Rama HB saat menggelar silaturrahmi dengan Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Forum Komonikasi Umat Beraga (FKUB) dan Komunikasi Masyarakat (Kommas), di Makodim 1615 Lotim, Kamis (23/7). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

‘’Kasus Tolikara hendaknya kita jadikan sebagai pelajaran, bukan untuk saling menyalahkan,’’ kata Dandim 1615 Lotim, Letkol ARM Rama HB dalam kegiatan tersebut.

Sehingga melalui kegiatan silaturrahmi ini, setidaknya dapat mencari solusi dan antisifasi, agar kasus Tolikara tidak terjadi di Lotim.

‘’Kasus Tolikara terjadi karena kesalahpahaman. Sehingga perlu menyamakan suara kalau kasus tersebut terjadi karena miskomunikasi. Kejadian tersebut sangat menyedihkan, dan tak ingin terulang kembali dan meluas ke tempat lain,’’ ungkap Rama di hadapan para tokoh tersebut.

Rama juga mengajak semua pihak di daerah ini untuk menyatukan persepsi dalam menyikapi kasus Tolikara. Karena, dalam kasus tersebut, ada skenario besar yang bermain, terutama keinginan negara lain untuk berkuasa di Papua.

Sehingga, untuk mewujudkan keinginan tersebut, dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui isu SARA.

‘’Pertemuan ini juga kita lakukan atas perintah panglima, agar semua daerah melakukan pencegahan melalui pendekatan pada para toloh,’’ ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Lotim, AKBP Heri Prihanto. Heri mengatakan, kegiatan ini merupakan perintah kapolri untuk merapatkan barisan dengan semua stake holders dalam menyikapi kasus Tolikara tersebut. ‘’Isu SARA dinilai paling gampang dalam melakukan provokasi,’’ katanya.

Apalagi hasil pengamatan intelijen di lapangan, kalau kejadian Tolikara itu sudah diskenariokan. ‘’Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan kejadian-kejadian isu SARA tersebut,’’ ungkapnya.

Karena bagaimanapun bila kasus serupa terjadi, maka imbasnya sangat besar terhadap perekonomian di daerah NTB. Artinya, apabila Lotim goyah, maka NTB juga akan goyak. Karena, setengah warga NTB ada di Lotim.

Menurut Heri, masalah keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan semata, tapi menjadi tugas seluruh masyarakat. ‘’Jadi, mari kita jadikan Lotim ini untuk tetap kondusif. Terhadap isu yang menyesatkan itu, untuk segera ditangkal, agar tidak berkembang,’’ ujarnya.

Penyelesaian masalah dengan kekerasan, bukan jawaban  untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Lotim untuk membangun solidaritas dan soliditas.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.