Disdukcapil Lotim Blokir Penduduk Gelap

Kabid Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Lotim, Anggraini AS. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kabid Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Lotim, Anggraini AS. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
Kabid Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Lotim, Anggraini AS. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lombok Timur memblokir lima orang penduduk gelap yang mencoba ingin menipu Dinas Dukcapil Lotim untuk menerbitkan akte kelahiran.

Kabid Pendaftaran Penduduk yang juga selaku Plt Kabid Pencatatan Sipil Dinas Dukcapil Lotim, Anggraini AS kepada Lomboktoday.co.id, Kamis (23/7), menuturkan, dari ke lima pendatang haram itu, empat diantaranya adalah warga kelahiran Lombok Tengah dan satunya lagi warga kelahiran Ampenan, Kota Mataram.

Menurut wanita kelahiran Kupang, NTT itu, kelima pemohon ini menyelundup melalui desa yang sama yakni Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Desa tersebut berlokasi di ujung Selatan-Barat Lotim, tepatnya desa pemekaran dari Desa Batu Nampar yang sangat berdekatan dengan Lombok Tengah bagian Selatan yang jaraknya hanya berseberangan jalan. Dan kelimanya mengajukan permohonan akte kelahiran dengan menggunakan identitas Desa Pene.

Anggraini menjelaskan, pada saat para pemohon mengajukan berkas langsung diverifikasi oleh bagian entry data. Ternyata identitas para pemohon tersebut tidak terekam dalam sistem entry data yang ada di Dukcapil Lotim sebagai penduduk Lotim.

‘’Atas fakta tersebut, saya yakin kelimanya adalah penduduk illegal yang mencoba ingin kibulin kami untuk mendapatkan akte kelahiran, sehingga berkas kelimanya kami sita dan kami blokir semuanya,’’ kata Anggraini.

Anggraini menyebutkan nama dari kelima pemohon gelap itu yakni; Nursin, Sahnim, Maryam, Maemunah (semuanya warga Loteng) dan Risnawati (warga Ampenan), yang kesemuanya datang mendaftar pada tanggal 10 Juli 2015 lalu.

Ironisnya lanjut Anggraini, semua berkas pemohon tersebut dikerjakan oleh operator bagian entry data di kantor Camat Jerowaru, bernama Yudi Surahman dan semua berkas ditandatangani langsung oleh Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkifli.

‘’Kami yakin bahwa ada motif yang tidak benar dalam proses penerbitan blanko ini di kantor Camat Jerowaru, sehingga sampai sekarang para pemohon tidak pernah datang kembali menelusuri berkasnya,’’ ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya enggan membawa kasus ini ke meja hijau (proses hukum). ‘’Kasihan mereka para pemohon dan semua petugas yang terlibat dari tingkat desa hingga ke kecamatan yang harus menerima akibatnya. Dan kasus serupa yang motifnya mau mengelabui Disdukcapil dengan modus pemalsuan identitas, juga pernah terjadi di Kecamatan Aikmel beberapa waktu lalu, namun belum pernah ada yang lanjut ke ranah hukum,’’ ujarnya.

Selektifnya pihak Dukcapil Lotim dalam pelayanan kali ini, sebagai bentuk pembenahan setelah sekian lama menjadi bulan-bulanan berupa hujatan dan opini miring dari rakyat tentang dugaan maraknya pungutan liar oleh beberapa oknum abdi negara di Dinas Dukcapil Lotim, hingga sempat menjadi atensi khusus Bupati Lotim, HM Ali Bin Dachlan yang berujung pemecatan puluhan tenaga honor di kantor pencatat rakyat itu sekitar bulan April 2015 lalu.

‘’Kami sedikit demi sedikit mencoba tegas dan meminta para petugas di loket agar lebih selektif dan berhati-hati dalam pelayanan, sehingga dapat meminimalisir pungli dan memutus jaringan percaloan yang mencekek rakyat. Kami sudah lelah dinas ini menjadi sasaran hujatan dan fitnahan,’’ pungkasnya.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.