Bulog Bantah Ada Beras Plastik Beredar di Raskin

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pihak Sub Divire Bulog Lombok Timur membantah adanya beras plastik yang beredar dalam pendistribusian beras raskin untuk masyarakat Lotim jatah bulan Juli 2015, sebagaimana yang ditemukan oleh salah seorang warga di wilayah Sikur.

‘’Yang jelas, tidak benar ada beras plastik yang beredar dalam raskin di Lotim,’’ kata Kepala Seksi Pelayanan Publik Sub Divre Bulog Lotim, Vestita Pramadara saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jumat sore (24/7).

Vestita mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan mengenai masalah beras plastik yang ditemukan warga dalam raskin, dan pihaknya langsung turun ke lapangan dengan mendatangi kantor Desa Sikur dan memintai keterangan dan sampelnya.

Bahkan pihaknya langsung ke Polres Lotim untuk melihat beras yang dikatakan beras plastik dari raskin itu. Tapi, setelah disetrika, beras itu tidak lengket di setrika, termasuk beras itu masih ada sekam sama gabahnya.

‘’Beras yang dikatakan plastik itu adalah asli dan bagus. Kami tidak mengetahui darimana asal beras itu, apakah dari raskin atau dari pemberian Pemkab Lotim melalui paket Ramadhan, karena sudah dicampur pada satu tempat,’’ ungkapnya.

Pihaknya tidak mungkin akan memberikan beras plastik kepada masyarakat melalui raskin. Karena itu perbuatan yang dilarang pemerintah. Namun begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang sudah menangani permasalahan ini dan telah mengambil sampelnya.

‘’Kalau memang beras plastik, tentu yang lain juga pasti akan komplin atas beras raskin yang mereka terima,’’ kilah Vestita.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Haris D menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel dan olah TKP yang dilakukannya, beras yang dikatakan plastik itu tidak benar adanya.

Itu setelah empat kali melakukan percobaan menggunaan penggorengan kopi atau wajan yang berbeda di gosok tidak ada nempel. Tapi, kalau menggunakan wajan yang sama, mengalami peleburan. Kalau menggunakan wajan yang bagus, kondisinya bagus dan tidak ada ditemukan meleleh atau lengket.

‘’Penyebabnya terbakar dan meleleh karena wajan yang digunakan warga, retak-retak dan bolong. Apa yang kami sampaikan ini tak lain untuk mengantisifasi kekhawatiran warga, karena yang jelas kondisinya bagus,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.