Secara Ekonomis, Harga Rumput Laut Stabil

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pembudidaya rumput laut oleh masyarakat Lombok Timur di wilayah Selatan, masih tetap berjalan. Hanya saja, pembudidayaan yang dilakukan petani rumput laut, tak dibarengi dengan peningkatan kualitas.

‘’Pembudidayaan rumput laut masih ada. Hanya saja untuk pengembangan masih belum maksimal karena terkendala kualitas,’’ kata Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur, M Iqbal kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/7).

Iqbal mengatakan, terkait masalah harga, selalu mengikuti pasar. Tidak ada terjadi monopoli harga dalam pembelian. Bahkan, harga dinilai saat ini kompotitif. ‘’Masalah harga ini pluktuatif, kadang naik kadang turun. Bahkan saat ini, harga kami nilai cukup bagus. Itu kalau kita bandingkan dengan provinsi lain, harga rata-rata per siklus cenderung selalu di atas provinsi di luar NTB, meski kualitas kurang baik. Sehingga, budidaya rumput laut masyarakat Selatan saat ini, secara ekonomis masih menguntungkan petani itu sendiri,’’ ungkapnya.

Terkait peningkatan kualitas, menurut Iqbal, petani rumput laut sering diajak untuk meningkatkan kualitas guna memenuhi permintaan pasar. Namun, petani banyak diantaranya yang menolak, karena lebih memilih waktu pendek, karena lebih gampang mendapatkan uang, meski harga masih tetap begitu-begitu saja.

‘’Petani lebih memilih dapat uang cepat ketimbang waktu panjang, sehingga memilih menjual kepada para tengkulak. Kami tidak menampik kalau selama ini masalah harga kerap dimonopoli para tengkulak itu,’’ ujarnya.

Karena, petani merasa menjual ke tengkulak, mereka bisa mendapatkan uang kapan saja, ketimbang mengikuti program pembudidayaan yang cukup lama. ‘’Dinas sebelumnya sempat menawarkan kepada petani akan memberikan bantuan, dan hasilnya dijual ke Selaparang Agro dengan waktu pembudidayaan 35 hari, tapi petani tetap tidak mau,’’ jelasnya.

Bahkan diminta untuk ikut masuk koperasi saja, mereka juga tidak mau. Itu sebabnya, saat ini koperasi rumput laut di wilayah Selatan itu mati suri. Padahal, rumput laut ini merupakan salah satu komoditi andalan bagi masyarakat Selatan.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.