PKL Taman Selong Siap Lawan Aparat

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pada H-1 dan hari H puncak peringatan Hultah NWDI ke-80 di Pancor, Lombok Timur, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lombok Timur melarang para Pedagang Kaki Lima (PKL) memasuki areal Taman Kota Selong untuk berjualan, selain pedagang di lapak-lapak yang sudah ada.

Demikian penegasan yang disampaikan Kadis Kebersihan dan Pertamanan Lotim, H Radatul Yasa kepada wartawan di areal Taman Kota Selong sembari memantau kondisi taman dan sekaligus memberikan pengarahan kepada para PKL, Rabu (29/7), untuk tidak berjualan di areal Taman Kota sebelah Utara pada H-1 dan hari H puncak pelaksanaan Hultah NWDI yang letaknya berseberangan jalan dengan Taman Kota Selong.

Untuk pengamanan areal Taman Kota Selong dalam dua hari (pra dan puncak Hultah) tanggal 1 dan 2 Agustus besok, pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Lotim akan meminta bantuan tiga unsur ‘’bodyguard’’, yakni kepolisian, TNI dan Satpol PP.

‘’Kami sudah mengeluarkan larangan kepada para PKL untuk tidak berjualan di arena Taman Kota pada momen Hultah NWDI ke-80 besok, selain berjualan pada lapak yang sudah ada. Sebab, kami menjaga keutuhan taman, karena setiap tahun terjadi kerusakan taman akibat PKL merambah berjualan ke tengah-tengah taman,’’ kata Ridatul Yasa.

Diakuinya memang para pedagang bisa tertib dan tidak menimbulkan kerusakan, tapi massa pengunjung yang belanja ke tengah sulit dibendung dan tanpa mengindahkan keselamatan tanaman di Taman Kota.

Kebijakan yang diambil Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu, memancing reaksi kecaman dari sejumlah PKL yang ingin bergeser berjualan hanya pada hari puncak Hultah.

Kepada wartawan, beberapa PKL mengaku tidak akan mengindahkan larangan yang dikeluarkan kadis Keberseihan dan Pertamanan tersebut. Mereka akan beramai-ramai merambah untuk berjualan pada hari itu saja ke tengah areal taman sebelah Utara agar lebih dekat dengan arena Hultah, meskipun nanti akan dihadang oleh aparat.

‘’Pokoknya kami akan ramai-ramai membuka lapak jualan pada hari H Hultah nanti di tengah taman sebelah Utara dan kami siap mendobrak barikade petugas keamanan. Masak kita dilarang berjualan hanya sehari itu saja, cuman sehari. Mohonlah pemerintah mengerti sedikit, dan beri kesempatan kepada kami selaku rakyat kecil untuk mengais rezeki yang agak lebih dalam momen yang hanya sehari dalam setahun ini,’’ cetus para PKL.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.