Berkas Kasus Bedah Desa Dilimpahkan ke Kejari Praya

515
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP M Tauhid. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP M Tauhid. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP M Tauhid. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Berkas perkara kasus program Balai Bedah Desa (BBD), bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Loteng tahun 2011 lalu sebesar Rp1,8 miliar, sudah dilimpahkan oleh pihak Polres Loteng ke Kejaksaan Negeri Praya, Kamis (30/7), sekitar 09.00 Wita.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP M Tauhid mengatakan, untuk berkas perkara kasus program Balai Bedah Desa ini, sebelum dilimpahkan ke Kejari Praya, pihaknya telah melakukan perbaikan sesuai petunjuk yang diberikan pihak jaksa.

‘’Jumlah berkas perkara kasus program BBD yang sudah dilimpahkan ke Kejari Praya ini adalah sebanyak dua berkas dengan jumlah tersangka sebanyak empat orang, yakni inisial AW, LS, KM dan GS. Keempat orang ini adalah panitia desa dan konsultan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP M Tauhid kepada wartawan saat menghadiri sidang terdakwa HL Putria, Kadis Budpar Loteng, di PN Praya, Kamis (30/7).

Sedangkan berkas perkara untuk tiga orang tersangka lainnya, masih diproses. Dan pihaknya berjanji dalam waktu dekat ini, akan segera diselesaikan. Sehingga, nantinya juga bisa segera dilimpahkan ke Kejari Praya.

Adapun mengenai jumlah saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini sebanyak 140 orang, termasuk saksi ahli yang didatangkan dari luar daerah. Pihaknya optimis bila berkas perkara dalam kasus ini bisa P21. Dan pihaknya berharap agar tidak ada lagi petunjuk dari pihak kejaksaan terhadap berkas perkara yang sudah dilimpahkan tersebut.

Informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan, dalam kasus yang menelan anggaran APBN senilai Rp1,8 miliar ini, diduga telah terjadi indikasi  praktek korupsi. Karena, bantuan tersebut lebih banyak yang tidak disalurkan dan fiktif, sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan.(ROS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here