Diduga Ambil Lahan, Warga Desa Bebidas Dipolisikan

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melaporkan warga Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, yang diduga telah mengambil lahan kawasan hutan milik TNGR di wilayah Dusun Pesugulan, Desa Sapit, Kecamatan Suele, ke Mapolres Lotim.

Warga mengambil lahan itu dari TNGR, karena dianggap merupakan tanah adat atau ulayat. Tapi, warga tidak memiliki bukti-bukti yang akurat. Sehingga, pihak TNGR menganggap bahwa perbuatan yang dilakukan oleh warga itu sudah masuk ke ranah hukum.

‘’Kami sudah melaporkan warga yang mengambil lahan milik TNGR di wilayah Pesugulan seluas ratusan hektare itu ke pihak kepolisian,’’ kata Kepala SPTN Wilayah II TNGR Lotim, Ramsyah kepada wartawan di kantornya, Kamis (30/7).

Ramsyah mengatakan, apa yang dilakukan warga dengan mengambil lahan kawasan hutan yang bukan miliknya, itu sudah termasuk dalam hal perampasan, dan harus diproses secara hukum. Parahnya lagi, di lahan itu sudah ditanami pohon durian, advokad dan mangga oleh warga.

Selain itu, warga juga menebang kayu di kawasan hutan milik TNGR tersebut, untuk dijadikan sebagai bahan bangunan maupun kayu bakar, tanpa adanya ijin dari pihak TNGR.

‘’Apa yang dilakukan warga itu sudah masuk perampasan milik orang lain. Kawasan hutan yang sekarang diklaim warga itu, selama ini tidak pernah ada perkampungan di lokasi tersebut,’’ ungkapnya.

Pihaknya menantang warga untuk membuktikannya dengan surat-surat yang ada. Tapi, warga tidak bisa memberikan bukti yang kuat atas klaimnya tersebut. Bahwa tanah yang yang dikuasai oleh TNGR ini adalah peninggalan nenek moyang mereka, yang kemudian diklaim menjadi tanah adat atau ulayat.

‘’Yang menjadi aktor intelektual sehingga warga berani mengambil lahan itu, yakni inisial S, AW dan AI. Warga juga merusak patok utama yang membatasi lahan milik TNGR dengan tujuan untuk menghilangkan jejak,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.