Kadis Budpar Loteng Dituntut Enam Bulan Penjara

SIDANG: Terdakwa HL Putria, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng saat menjalani persidangan di PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
SIDANG: Terdakwa HL Putria, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng saat menjalani persidangan di PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
SIDANG: Terdakwa HL Putria, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng saat menjalani persidangan di PN Praya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa HL Putria, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng, Kamis (30/7), sekitar pukul 10.30 Wita.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Praya, I Nyoman Wiguna dan didampingi oleh dua orang anggota hakim lainnya, dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa, HL Putria.

Pelaksanaan sidang tersebut tetap mendapat penjagaan dan pengamanan ekstra ketat dari pihak Polres Loteng, sama seperti sidang sebelumnya. Hal itu dilakukan, karena sejumlah warga dan keluarga terdakwa yang hadir dalam pesidangan tersebut cukup banyak. Selain itu, arus lalu lintas yang melewati jalan raya depan kantor PN Praya, terpaksa dialihkan ke jalur lain oleh pihak Satuan Lalu Lintas Polres Loteng.

Saat membacakan tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa HL Putria berupa hukuman selama enam bulan masa percobaan. Karena, terdakwa selaku ketua tim penertiban dari pihak Pemerintah Kabupaten Loteng terhadap hotel dan restauran di roi pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng, secara sah dan meyakinkan telah memerintahkan untuk dilakukan pengerusakan terhadap Hotel Lombok Baru menggunakan alat berat.

‘’Terdakwa HL Putria dikenakan Pasal 406 tentang pengerusakan,’’ kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksanaan Negeri Praya, M Mazar disela-sela acara sidang di PN Praya, Kamis (30/7).

Ketua Majelis Hakim PN Praya, I Nyoman Wiguna mengatakan, karena terdakwa HL Putria akan mengajukan nota pembelaan terhadap tuntutan JPU, maka sidang selanjutnya ditunda dan akan digelar pada 6 Agustus 2015 mendatang.

Seperti diketahui bahwa, Kadis Budpar Loteng, HL Putria ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTB dalam kasus penertiban Hotel Lombok Baru, milik Minarni, yang berada di kawasan roi pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng, yang telah ditertibkan oleh Pemkab Loteng pada 2013 lalu.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.