Pancor dan Anjani Gelar Pawai Ta’aruf Hultah Akbar NWDI ke-80

Para kafilah yang mengikuti pawai alegoris dalam memperingati Hultah NWDI ke-80 dan Haul pendiri NWDI, NBDI dan NW. (Foto:  Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Para kafilah yang mengikuti pawai alegoris dalam memperingati Hultah NWDI ke-80 dan Haul pendiri NWDI, NBDI dan NW. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pengurus Besar (PB) NW Pancor dan Anjani, Lombok Timur, menggelar kegiatan pawai ta’aruf dalam memeriahkan peringatan hari lahirnya Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-80 dan Haul Pendiri NWDI, NBDI dan NW, Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Sabtu (01/8).

Kegiatan pawai ta’aruf tersebut diikuti puluhan ribu jamaah NW dari berbagai kalangan santri, mahasiswa, jamaah wirid khusus, pengurus NW dari tingkat PB, PW, PD, PC, PAC dan ranting serta jamaah NW dari segala penjuru tanah air.

Pawai ta’aruf di Pancor, Lotim, dilepas pengurus PBNW/Anggota DPR RI, HM Syamsul Lutfhi yang starnya di depan Pantai Asuhan Darul Aitan NW Pancor. Sedangkan di Anjani, dilepas Ketua Umum PBNW, Ummi Hj Siti Raehanun ZAM dan Ketua PW NW NTB, HL Gde Zainuddin Atsani.

Anggota DPR RI, HM Syamsul Lutfi yang juga Ketua Pengurus Daerah (PD) NW Lotim dalam sambutannya sebelum melepas kegiatan pawai ta’aruf mengatakan, pawai ta’aruf ini merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap tahunnya dalam memperingati hari lahirnya NWDI. Sehingga dalam kegiatan ini, semua jamaah harus tetap rapi dalam melaksanakannya sampai akhir.

‘’Apa yang kita lakukan ini merupakan sebuah tradisi yang selalu tetap kita lakukan setiap tahun untuk mengenang berdirinya NWDI, NBDI dan NW, serta terus memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita Almagfurullah,’’ kata Syamsul Luthfi.

Sementara itu, di Anjani, Lotim, Ketua PBNW Anjani, Hj Siti Raehanun ZAM dalam sambutannya saat melepas pawai alegoris di Anjani mengatakan, perjuangan yang telah dilakukan oleh Almagfurullah akan terus dilakukan oleh para abituren dan simpatisan NW di mana saja berada.

Hal ini menjadi perhatian bagi semua jamaah NW yang ada. Dan terus mengembangkan organisasi NW yang telah dirintis oleh pendiri NWDI, NBDI dan NW sampai hayatnya, tanpa pernah kenal lelah dan mengeluh.

‘’NWDI telah berusia 80 tahun, sehingga dengan usianya yang terus bertambah ini, maka tugas kita semua untuk menjaga apa yang menjadi warisan dari pendiri NW,’’ kata Siti Raehanun ZAM.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *