Wisatawan Asal India Jadi Korban Curas

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Para pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) kini tidak memandang orang. Buktinya, kali ini menimpa salah seorang wisatawan asal India, Abha Kesharwani (27 tahun). WNA ini menjadi korban aksi curas pada saat hendak menuju pantai Pink di wilayah Dusun Jelok Buso, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Minggu (02/8), sekitar pukul 09.30 Wita.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah. Mengingat ada beberapa barang bukti yang diambil pelaku, diantaranya; Camera, HP, dan uang ratusan ribu rupiah. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Jerowaru untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelakunya.

Informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan, kasus curas yang menimpa wisatawan asal India itu, bermula saat korban yang hendak ke pantai Pink menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di depan kantor Samsat Jerowaru, korban bertanya kepada pelaku jalan menuju pantai Pink. Lalu pelaku menawarkan kepada korban untuk mengantarkan ke tempat yang di maksud. Sehingga korban menyetujuinya dengan membonceng pelaku.

Tapi, di tengah perjalanan pada saat sampai di Jelok Buso, pelaku lalu menggiring korban ke tempat yang sepi. Termasuk memaksa korban untuk mengambil kunci sepeda motor yang dipakai korban untuk mengambil barang berharga miliknya di dalam jok sepeda motor, yakni berupa Camera Canan, Hand Phone dan sejumlah uang.

Setelah mengambil barang berharga milik korban, kemudian pelaku kabur meninggalkan korban. Dan korban pun langsung melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto melalui Kapolsek Jerowaru, IPDA Arif Budiman saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah menerima laporan mengenai masalah kasus pencurian yang menimpa salah seorang wisatawan asal India itu.  ‘’Korban memang sudah melaporkan kasus yang menimpanya ini, dan kami saat ini masih menyelidiki pelaku,’’ ujarnya.(ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.