Petugas TNGR Usir Paksa Alat Berat dari Hutan

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengusir alat berat yang masuk ke lokasi kawasan hutan yang berada di wilayah Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lotim, Kamis (06/8), karena masuk tanpa ada ijin pihak TNGR.

‘’Kami menyuruh petugas alat berat itu keluar dari kawasan hutan,’’ kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB, Agus Budiono didampingi petugas TNGR, Zainuddin kepada wartawan di Selong, Lotim, Kamis (06/8).

Menurut keterangan petugas yang menjalankan alat berat itu pada saat ditemukan petugas TNGR di kawasan hutan, kata Agus Budiono, disewa oleh oknum kades bersama warga yang masuk dalam penjuangan tanah adat.

Tujuannya untuk melebarkan jalan, tapi setelah sampai di lokasi, malah disuruh untuk meratakan kawasan hutan tersebut. Sehingga ini yang ditakutkan oleh petugas alat berat itu, dan langsung meninggalkan kawasan hutan.

‘’Pada saat itu, petugas kami menemukan dan langsung diminta untuk keluar dari kawasan hutan. Kalau tetap melakukan pengerjaan alat berat, maka kami akan laporkan ke aparat penegak hukum,’’ ungkapnya.

Kepala Desa Bebidas, Sarapudin saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum menerima laporan mengenai adanya pengusiran alat berat oleh petugas TNGR dari lokasi kawasan hutan yang diakui sebagai tanah adat atau ulayat.

Tapi yang jelas, pihak warga yang masuk dalam pejuang tanah adat, sudah melakukan berbagai upaya dan usaha dengan melibatkan warga dalam pengelolaan tanah adat tersebut, agar bisa dimanfaatkan.

‘’Kami belum menerim laporan mengenai masalah pengusiran alat berat itu. Yang saya tahu adalah kalau alat berat itu sudah masuk ke kawasan beberapa hari lamanya untuk meratakan kawasan hutan itu,’’ katanya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Haris Dinzah mengatakan, pihak TNGR sudah melaporkan kasus penyerobotan kawasan hutan itu. Dan pihaknya sudah memeriksa sembilan orang untuk dimintai keterangan terhadap apa yang dilaporkannya.

Mengenai masalah saling klaim antara warga dengan TNGR itu, nanti yang menentukan adalah hukum. ‘’Kami tetap profesional dalam menangani kasus ini dan tidak ada kepentingan apa-apa di dalamnnya, terkecuali penegakan hukum. Kami imbau kepada warga atau pihak-pihak lain agar menghadiri setiap panggilan dari kami agar kasusnya bisa cepat selesai,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.