Transaksi Narkoba, Dua Warga Diciduk Polisi

Kasat Narkoba Polres Lotim, AKP Arjuna W sedang menggelar hasil penangkapan narkoba bersama dua orang pelaku dan barang buktinya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Kasat Narkoba Polres Lotim, AKP Arjuna W sedang menggelar hasil penangkapan narkoba bersama dua orang pelaku dan barang buktinya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Kasat Narkoba Polres Lotim, AKP Arjuna W sedang menggelar hasil penangkapan narkoba bersama dua orang pelaku dan barang buktinya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Tim buru sergap (Buser) Satuan Narkoba Polres Lombok Timur berhasil menciduk dua orang warga Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, pada saat melakukan transaksi narkoba di wilayah Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Jumat dinihari (07/8).

Kedua pelaku tersebut yakni inisial LW (25 tahun) dan inisial H (21 tahun). Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, tiga poket narkoba jenis shabu, satu unit mobil dan uang sejumlah Rp700 ribu serta satu buah hand phone (HP) Nokia. Guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut, maka pelaku digelandang ke Mapolres Lotim.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto melalui Kasat Narkoba Polres Lotim, AKP Arjuna W, saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah menangkap dua orang warga Dasan Lekong yang diduga melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu.

‘’Setelah dilakukan test urine, kedua pelaku sudah positif menggunakan narkoba. Hanya saja untuk sementara ini, kita belum tetapkan sebagai tersangka, melainkan masih terduga. Karena masih dalam pemeriksaan,’’ katanya.

Arjuna yang baru beberapa bulan menjabat sebagai kasat Narkoba Polres Lotim menjelaskan, terungkapnya jaringan pengedar narkoba ini, tidak terlepas dari informasi yang diberikan masyarakat dan pihaknya langsung menindaklanjutinya guna pengembangan kasus tersebut.

Yang pertama kali ditangkap adalah pelaku inisial LW saat melakukan transaksi di Desa Gerung Permai. Kemudian pihaknya mengembangkan kasus tersebut dan sekitar pukul 05.00 Wita, polisi menangkap pelaku H di rumahnya. Pelaku mengaku memperoleh barang haram itu dari Mataram, sehingga ini yang masih dikembangkan.

‘’Keduanya dijerat UU Narkota dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara, karena pelaku merupakan pengedar,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.