Dandim 1615 Lotim Sertijab

SERTIJAB: Suasana serah terima jabatan dari Komandan Kodim 1615 Lombok Timur yang lama, Letkol ARM Rama HB kepada pejabat baru, Letkol Inf Mustofa, yang dilakukan oleh Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
SERTIJAB: Suasana serah terima jabatan dari Komandan Kodim 1615 Lombok Timur yang lama, Letkol ARM Rama HB kepada pejabat baru, Letkol Inf Mustofa, yang dilakukan oleh Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

‘’Mustofa Gantikan Rama Jadi Dandim 1615 Lotim’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol ARM Rama HB diserahterima jabatan kepada Letkol Inf Mustofa dalam acara apel sertijab yang digelar di Lapangan Tugu Selong, Sabtu (15/8). Acara sertijab dipimpin langsung Komandan Korem 162 Wira Bhakti, Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede.

‘’Alih tugas dan jabatan di jajaran Angkatan Darat seperti pergantian Dandim 1615 Lotim merupakan suatu konsekuensi alamiah yang biasa terjadai sewaktu waktu, sesuai tuntutan tugas. Terutama dalam rangka pembinaan personel dan peningkatan kinerja personel,’’ kata Danrem 162/WB, Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede dalam sambutannya.

Termasuk juga, lanjutnya, dalam meningkatkan kinerja organisasi sebagai upaya mengembangkan kemampuan perwira dalam dimensi kepemimpinan, manajerial serta profesionalitasnya.

Ia berharap melalui mutasi jabatan Dandim Lotim ini, kedepan kinerja satuan dalam mendukung keberhasilan tugas pokok Korem 162/WB, terutama menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamananan wilayah, bisa dilakukan dengan optimal.

Rudy menekankan anggotanya dalam menciptakan kesinambungan pembangunan daerah, satuan Kodim harus mampu melaksanakan dan merealisasikan tugas koorindasi, terutama dalam mendukung dan mengamankan kebijakan pemerintah daerah, agar pembangunan di wilayah tersebut berjalan lancar dalam mewujudukan kesejahteraan masyarakat.

‘’Lotim memiliki karakteristik kota yang sangat kompleks, sehingga diharapkan dapat berkembang lebih maju dan sejahtera,’’ ungkapnya.

Hal itu akan terwujud, kata Rudy, dilakukan melalui kerjasama yang baik dari seluruh stakeholders yang ada. Mulai dari pemerintah darerah, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah ini.

Seluruh anggota TNI, ungkap Rudy, dituntut untuk lebih peka dan memiliki naluri bimtek yang lebih sensitive. Sehingga harus mampu membaca fenomena gejolak yang sekiranya akan muncul di tengah-tengah masyarakat.

‘’Setiap gejolak yang mungkin terjadi dan dapat mengancam harmonisasi kehidupan masyarakat, setidaknya harus dapat diantisifasi secara cermat dan tepat. Sekaligus dapat dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip-pprinsip managemen krisis dan konflik. Sehingga setiap permasalahan yang timbul, tidak berkembang secara negative,’’ ujarnya.

Menurut Rudy, anggota TNI harus mampu mengendalikan diri, peka terhadap berbagai permasalah, bijaksana dalam bersikap, inovatif dan berfikir rasional dalam melaksanakan pembinaan wilayah. Karena, setiap permasalahan yang dihadapi, sangat membutuhkan kejernihan dalam berfikir, kedewasaan dalam bersikap dan kecermatan dalam mengambil keputusan, serta dukungan professionalme keprajuritan yang memadai.(DIM/SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *