PHRI Loteng Akan Bagun Pos Pengamanan

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Untuk meningkatkan kemanan dan kenyamanan para wisatawan, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, maka Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Loteng akan menjalin kerjasama dengan Polres Loteng untuk membangun pos pengamanan.

Dimana, PHRI akan memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun dua pos pengamanan, yakni di wilayah Dusun Songong, Desa Sukada, dan di wilayah Mawun, Kecamatan Pujut, Loteng bagian Selatan.

Ketua PHRI Loteng, Fathurrahman mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari keamanan, khususnya bagi para pelaku bisnis pariwisata sangat besar. Mengingat keamanan ini menjadi tanggungjawab semua pihak, maka ia mengajak semua pihak di daerah ini untuk memikirkan bagaimana mewujudkan keamanan dan kenyamanan di daerah ini. Sehingga, para wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, tidak lagi merasa takut untuk berkunjung ke Bumi bermotokan Tatas Tuhu Trasna.

‘’Kami dari PHRI Loteng akan membangun dua pos pengamanan di titik yang dianggap rawan dan sering terjadi tindak pidana kriminalitas,’’ kata Ketua PHRI Loteng, Fathurrahman usai rapat koordinasi dengan Polres Loteng, di Hotel D’Praya Loteng, Sabtu (15/8).

Dengan adanya pos pengamanan itu, ia berharap kepada pihak Polres Loteng untuk bisa menyiapkan dan menugaskan anggotanya melakukan penjagaan di pos pengaman tersebut. Dengan begitu, para wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Loteng, setidaknya bisa merasakan keamanan dan kenyamanan.

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Nurodin mengatakan, dari hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan bersama PHRI, disepakati untuk bersama-sama  membangun keamanan pariwisata di daerah ini.

PHRI Loteng sendiri, kata Nurodin, telah siap untuk mendukung dan membangun dua pos pengamanan di di wilayah Songong dan Mawun, Kecamatan Pujut, Loteng, yang selama ini menjadi daerah rawan tindak kejahatan.

Dengan wilayah Loteng yang cukup luas, setidaknya ia masih membutuhkan lima pos pengamanan lagi yang harus dibangun di sejumlah titik yang dianggap rawan. Sedangkan mengenai jumlah personel, idealnya dalam satu pos itu ditempatkan sebanyak 12 personel yang dibagi menjadi tiga regu dalam melakukan penjagaan. ‘’Untuk kesiapan dari anggota, nanti kita akan penuhi secara bertahap,’’ katanya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.