Pembangunan Masjid As-Sunnah Pringgasela Distop

PASANG PLANG: Pemasangan plang penyetopan segala aktivitas pembangunan Masjid As-Sunnah di Pringgasela. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
PASANG PLANG: Pemasangan plang penyetopan segala aktivitas pembangunan Masjid As-Sunnah di Pringgasela. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyetop kelanjutan pembangunan Masjid As-Sunnah di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lotim, Kamis (20/8). Hal ini dilakukan untuk mengantisifasi terjadinya penyerangan susulan yang dilakukan warga Pringgasela yang menolak adanya pembangunan masjid tersebut.

Penyetopan pembangunan masjid itu dilakukan langsung dengan memasang plang bertuliskan pembangunan distop. Pemasangan plang itu dilakukan oleh anggota Satpol PP Lotim dan disaksikan oleh Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Sudirman, Kabag Ops Polres Lotim, Kompol M Hutagalung, unsur Muspika Kecamatan Pringgasela, Pemerintah Desa, Toga, Toma dan Toda.

Sebelum pemasangan plang itu, terlebih dahulu Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Sudirman membacakan hasil keputusan rapat untuk mengantisifasi gejolak lagi.

Diantaranya; menghentikan pembangunan fisik jamaah As-Sunnah dan semua aktifitas yang ada di atasnya karena belum memiliki izin. Begitu juga jamaah As-Sunnah agar melaksanakan kegiatan ibadah maupun pendidikan pada sarana ibadah dan pendidikan yang sudah ada. Dan menyikapi hukum yang terjadi oleh aparat penegak hukum.

‘’Hasil keputusan rapat pembangunan yang dilakukan masjid As-Sunnah distop dan tidak ada aktivitas lagi. Kalau ada yang melanggar, tentu akan dilakukan proses hukum,’’ kata Sudirman.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Lotim, Kompol M Hutagalung menegaskan, dalam menjalankan keputusan yang telah diambil bersama-sama, harus tegas dan tidak setengah-setengah. Karena, itu nanti akan menyebabkan masalah menjadi lebih besar lagi.

Pemkab Lotim harus tegas dengan keputusan yang telah diambil itu, dan yang melakukan eksekusi adalah Satpol PP. Sedangkan pihaknya dan TNI akan memback up semuanya.

‘’Silahkan Satpol PP memasang plang penyetopan pembangunan masjid As-Sunnah itu sesuai kesepakatan. Kalau ada yang berani melanggarnya, tentu konsekuensi hukumnnya sudah jelas,’’ katanya.

Hutagalung meminta kepada semua masyarakat yang ada di wilayah Pringgasela untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan-tindakan penyerangan lagi. Karena, apa yang diinginkan oleh masyarakat sudah dipenuhi Pemkab Lotim.

‘’Sejak dipasang plang ini, tidak ada kegiatan lagi di lokasi pembangunan. Untuk keamanan, dari Satpol PP akan mengamankan lokasi secara bergantian dengan dibantu anggota Polsek dan TNI sesuai kesepakatan bersama,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *