Kominda Lotim Atensi Pemicu Konflik

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Lombok Timur sangat atensi terhadap berbagai permasalahan yang menyebabkan pemicu terjadinya konflik. Seperti kasus penyegelan kantor Desa Serewe, kasus As-Sunnah dan kasus sengketa antara pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan warga yang tergabung dalam Pejuang Tanah Adat Desa Bebidas.

Pertemuan Kominda Lotim yang dipimpin Kabid Pengawasan dan Penanganan Masalah Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lotim, M Fauzan, di aula kantor Bakesbangpoldagri Lotim, Senin (31/8), dihadiri oleh Asisten I Setdakab Lotim, H Hariyadi Djuwainy, Sekretaris Bakesbangpoldagri Lotim, M Yasin, Pasi Ops Dandim 1615 Lotim, Kapten Inf Fahmi, Kasi Intel Kejari Selong, Jeffry, perwakilan Polres Lotim, Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rachman.

‘’Dalam pertemuan ini, kami mengatensi berbagai masalah yang menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat,’’ kata M Fauzan.

Fauzan mengatakan, terjadinya berbagai permasalahan di tengah-tengah masyarakat, tentu menjadi perhatian untuk diinventalisir terhadap masalah yang ada, guna dicarikan solusi agar tidak berkembang menjadi besar. ‘’Kalau kita bisa mencegah, tentunya akan kita cegah sedini mungkin agar tidak membias. Kunci untuk menyelesaikan masalah, harus kompak dan bersama-sama mencari akar penyelesaiannya,’’ ungkapnya.

Salah seorang anggota Kominda Lotim, L Iksan mengaku sangat menyayangkan sekali kurang tanggapnya Pemkab Lotim dalam menyelesaikan masalah yang ada. Terutama yang menyangkut masalah konflik, terlebih lagi dalam persoalan itu ada masyarakat di dalamnya.

‘’Kalau memang Pemkab Lotim peduli, tentu tidak akan melakukan pembiaran atas masalah yang terjadi. Kasus Serewe, kasus TNGR dan warga serta masalah As-Sunnah merupakan kasus besar yang rentan menimbulkan gejolak besar, bila tidak segera disikapi,’’ katanya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rachman usai pertemuan Kominda Lotim menegaskan, Pemkab Lotim tetap berbuat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pemkab tidak melakukan pembiaran di dalamnya, melainkan melihat berbagai permasalahan yang memicu terjadi masalah. ‘’Sebelum menyelesaikan sebuah kasus, Pemkab Lotim tentu terlebih dahulu melihat akar permasalahan yang ada agar menjadi jelas,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.