Setelah Berseteru, Dua Politisi Gerindra Lotim Mesra Lagi

MESRA LAGI: Eko Rahady (kiri) dan Syawaluddin (kanan) kini mesra lagi. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
MESRA LAGI: Eko Rahady (kiri) dan Syawaluddin (kanan) kini mesra lagi. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)
MESRA LAGI: Eko Rahady (kiri) dan Syawaluddin (kanan) kini mesra lagi. (Foto: L M Kamil/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Setelah perseteruan memanas dua politisi Partai Gerindra Lotim yakni antara Ketua DPC Gerindra Lotim, M Syawaluddin dengan salah seorang pengurus PAC Gerindra Kecamatan Mabagik, Eko Rahady, kini mencair kembali setelah sebelumnya Eko Rahady menuding Syawaluddin menilep dana pembinaan partai yang bersumber dari APBD Lotim, yang berujung Eko Rahady melaporkan ketuanya ke BPKP NTB untuk dilakukan audit investigatif.

Meskipun Syawaluddin yang akrab disapa Aweng itu menanggapi dengan dingin tudingan salah seorang kadernya, Aweng mau dengan legowo mendatangi Eko Rahady untuk menjelaskan kondisi keuangan partai yang sebenarnya.

Kedua pihak yang sempat tegang itu, sepakat untuk merajut kembali hubungan baik dan saling pengertian. Terbukti keduanya bertemu di Selong, Senin (07/9), sambil keduanya melakukan klarifikasi di hadapan sejumlah wartawan sembari mencairkan suasana.

Eko Rahady mengklarifikasi tudingannya itu hanya kesalahpahaman atas informasi dari beberapa rekan kader Gerindra Lotim yang menyebutkan ketua Gerindra Lotim telah mencairkan dana pembinaan partai yang bersumber dari APBD Lotim tahun 2015. Namun, semenjak dana cair, terkesan ketua adem-ayem belum ada kegiatan partai.

‘’Saya akui hanya salah paham akibat miss komunikasi dengan ketua semenjak dana bantuan pemerintah daerah tahun 2015 digelontorkan dan semenjak itu belum ada kegiatan pembinaan mengingat kesibukan ketua. Tapi, ketua kami menjelaskan bahwa dana tersebut masih parkir di rekening,’’ kata Eko Rahady kepada wartawan di Selong, Senin (07/9).

Meski demikian, Eko belum menyatakan mencabut laporan yang sudah terlanjur dilayangkan ke BPKP NTB. ‘’Saya belum menyatakan mencabut laporan itu, karena meskipun ada audit dari BPKP adalah suatu keniscayaan. Sebab, tanpa adanya laporanpun pasti BPKP akan mengaudit setiap penerima dana dari APBD, tak terkecuali bantuan untuk partai,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Syawaluddin kembali mengulangi pernyataannya yang dulu saat hangat-hangatnya perseteruan keduanya yang menyebutkan bahwa belum saatnya ada laporan pertanggungjawaban penggunaan dana, karena tahun anggaran sedang berjalan.

‘’Ini kan tahun anggaran sedang berjalan, belum waktunya untuk laporan pertanggungjawaban di partai dan atau dilaporkan ke pemerintah daerah,’’ kata Aweng.

Namun, Aweng memaklumi sikap beberapa kadernya itu sebagai wujud kepedulian dan kecintaan para kadernya kepada partai bentukan Prabowo ini. ‘’Saya baru menyadari bahwa sikap beberapa teman saya ini adalah suatu ekspresi kecintaan mereka kepada partai. Andaikan mereka tidak mencintai partainya, tidak mungkin mereka akan mengutak-atik urusan partai,’’ ungkap Aweng sembari menambahkan, ini adalah membuktikan bahwa Partai Gerindra adalah partai yang besar.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.