MKD Telusuri Keikutsertaan Anak-Istri Anggota Delegasi New York

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Anggota MKD, Syarifudin Suding menegaskan, MKD akan memeriksa dan mengkaji data kesekjenan DPR apakah para anggota delegasi kunjungan kerja DPR ke sidang IPU di New York yang membawa serta istri dan anak. Karena, prinsipnya perjalanan dinas itu untuk menjalankan kewajiban sebagai anggota dewan.

‘’Dalam Kode Etik DPR Pasal 10 ayat 3 sudah diatur, anggota DPR tidak boleh membawa keluarga dalam suatu perjalanan dinas, kecuali dimungkinkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan atau atas biaya sendiri. Jadi, kita akan kaji apakah memang membawa istri dan anak itu termasuk yang dibolehkan oleh peraturan perundangan atau tidak. Kita akan cari UU-nya,’’ kata Syarifudin Suding.

MKD juga akan meminta data dari kesekjenan apakah perjalanan itu memang betul-betul atas biaya sendiri atau biaya negara. Kalau menggunakan anggaran negara, maka jelas pelanggaran. ‘’Yah kita akan minta data dari  kesekjenan, kalau biaya negara itu pelanggaran,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, selama ini modus membawa istri, anak ataupun anggota keluarga lainnya, kerap dilakukan para pejabat, mulai dari pejabat birokrasi sampai presiden. Mereka mengkesampingkan urusan penggunaan uang negara, demi membahagiakan anak istri.

‘’Jokowi saja untuk urusan pulang kampung menggunakan pesawat kepresidenan, padahal pesawat kepresidenan itu hanya boleh digunakan untuk keperluan dinas. Kalau untuk keperluan pribadi, maka dia harus naik pesawat komersil biasa dan atas biaya sendiri. Kalau mau membahagiakan anak istri mengajak liburan, gunakan uang pribadi. Jangan urusan membahagian anak istri menggunakan uang Negara,’’ kata Uchok kepada awak media di Jakarta, Selasa (08/9).

Untuk itu, Uchok mendukung langkah Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk sekaligus memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang para anggota DPR yang berkunjung ke Amerika Serikat dengan membawa serta anggota keluarga seperti istri dan anak, apakah atas biaya sendiri atau dengan biaya DPR.

‘’Bagus kalau mau diperiksa, sekalian semua anggota DPR saja diperiksa. Saya yakin banyak anggota DPR menggunakan kunker mengajak istri, anak maupun anggota keluarga lainnya. Gaji sudah besar, masak mengajak jalan-jalan anak istri menggunakan uang negara juga. Mereka seharusnya tidak membawa anak, sehingga bisa fokus menjalankan tugasnya,’’ paparnya.

Uchok sendiri tidak habis pikir, para anggota dewan yang terhormat itu membawa-bawa istri dan anak dalam melakukan tugasnya. Menurutnya, bagaimana mau bisa bekerja jika membawa serta istri dan anak.

‘’Kalau memang menggunakan biaya sendiri, saya menyarankan kepada anggota DPR, untuk mencari hari libur membawa anak istrinya jalan-jalan seperti halnya rakyat Indonesia lainnya. Enak bener mereka bisa jalan-jalan membawa anak istri sekalian dalam dinas, sementara rakyat harus mencari hari libur untuk ajak anak istri jalan-jalan dan atas biaya sendiri,’’ ujarnya lagi.

Terakhir Uchok pun memberikan contoh, bagaimana Mantan Menag RI, Suryadharma Ali menjadi pesakitan di KPK karena membawa serta istri anak dan anggota keluarga dan kerabat lainnya ke tanah suci Makkah meski dengan biaya sendiri. ‘’Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali ditangkap KPK, karena membawa keluarganya kok, meski atas biaya sendiri dia tetap kena,’’ imbuhnya.

Seperti diketahui, Ketua DPR RI, Setya Novanto yang juga ketua delegasi dalam acara sidang IPU membawa istrinya Deisti Atriani. Anggota DPR lainnya yang membawa istrinya adalah Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR dan anggota delegasi, Roem Kono (Golkar), Anggota Komisi IV Bidang Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan DPR RI, Robert Joppy Kardinal. Yang paling mencolok adalah anggota FPD selaku Ketua BKSAP, Nurhayati Assegaf yang membawa serta anaknya, Syarif Assegaf.(ers/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.