Tak Ada Kendala, Kok Tersangkanya Belum Ditetapkan?

‘’Penanganan Kasus Dugaan Krorupsi RPH Barabali oleh Kejari Praya’’

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Dalam menangani kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) tahun 2014 di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pihak Kejaksaan Negeri Praya mengaku tidak menemui kendala yang cukup berarti. Tapi sayangnya, pihak Kejari Praya sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan proyek yang menelan biaya sebesar Rp1,4 miliar itu.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Praya, AA Raka Putra Darma. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Praya, AA Raka Putra Darma. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Padahal, Kejari Praya telah memeriksa sejumlah saksi, diantaranya; kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK), pelaksana teknis kabupaten dan provinsi serta dari pihak kontraktor (pelaksana proyek).

‘’Untuk penanganan kasus dugaan korupsi pada pembangunan RPH di Desa Barabali itu sebenarnya tidak ada kendala. Cuma kita masih menunggu hasil audit kerugian Negara dari BPKP. Dan kami dari Kejari Praya terus berkoordinasi dengan BPKP terkait hasil audit kerugian Negara yang sudah dilakukan,’’ kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Praya, AA Raka Putra Darma kepada wartawan di kantornya, Selasa (08/9).

Raka mengatakan, indikasi nilai kerugian Negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek RPH ini, sejatinya sudah ada. Hanya saja, pihaknya belum bisa menyampaikan berapa nominal nilai kerugian Negara tersebut. Mengingat yang menangani masalah kerugian Negara adalah BPKP.

Bahkan, pihaknya juga telah telah memeriksa ulang teknis dari Dinas Pekerjaan Umum yang sebelumnya sudah turun ke lapangan. Meski para tersangka belum bisa disampaikan ke publik, lanjut Raka, tapi tidak menutup kemungkinan para tersangkanya nanti dari saksi-saksi yang telah diperiksa itu.

Seperti diketahui bahwa dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan proyek RPH BarabaIi ini, diduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi, salah satunya seperti masalah pengerjaan IPAL RPH.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply