Puluhan Guru Madrasah Gedor DPRD Loteng

HEARING: Suasana hearing puluhan guru madrasah yang tergabung dalam SIGMA Loteng di kantor DPRD Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

HEARING: Suasana hearing puluhan guru madrasah yang tergabung dalam SIGMA Loteng di kantor DPRD Loteng. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Puluhan guru madrasah, mulai dari tingkat RA/PAUD hingga Madrasah Aliyah (MA) yang tergabung dalam Serikat Guru Madrasah (SIGMA) Lombok Tengah mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu (09/9), sekitar pukul 10.15 Wita.

Aksi itu dilakukan guna menyampaikan aspirasinya kepada para wakil rakyat, mengingat selama ini guru madrasah kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Loteng bila dibandingkan dengan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng.

Dalam kesempatan itu, Ketua SIGMA Loteng, Lalu Agung Pambudi menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke kantor DPRD Loteng, yakni selain untuk bersilaturrahmi, juga ingin mendorong para pengambil kebijakan di Bumi bermotokan Tatas Tuhu Trasna ini agar memperhatikan para guru madrasah.

‘’Kami lihat selama ini Pemkab Loteng terkesan tidak pernah menganggap keberadaan guru madrasah itu. Terbukti dengan diperlakukannya agak berbeda bila dibandingkan dengan para guru yang berada di bawah naungan Dinas Dikpora,’’ kata Agung Pambudi.

Dari anggaran saja, lanjut Agung Pambudi, sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Dikpora lebih besar mendapat anggaran melalui APBD Loteng, sedangkan madrasah nyaris tidak ada. Padahal, peran sekolah dan madrasah di daerah ini adalah sama yakni untuk memajukan dunia pendidikan.

Jadi, pihaknya menginginkan diperlakukan sama seperti sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Dikpora itu. Karenanya, ia merekomendasikan kepada pemegang kebijakan di daerah ini untuk menganggarkan tunjangan sertifikasi guru atau tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru madrasah pada APBD Loteng tahun 2016. Selain itu, memberikan bantuan hibbah operasional kepada madrasah dan bantuan hibbah organisasi kepada SIGMA Loteng. Tak hanya itu, pihaknya juga ingin agar para pengurus SIGMA Loteng dilibatkan dalam pembahasan APBD Loteng tahun 2016.

Menanggapi hal itu, Asisten I Setdakab Loteng, HM Amin mengatakan, di dalam aturan penganggaran yang baru itu, ada yang wajib dan ada juga yang umum. Untuk persyaratan bantuan sosial (Bansos) saat ini sangat sulit, bila mengacu pada aturan yang ada.

‘’Apa yang direkomendasikan ini, akan kita konsultasikan kepada para pemegang kebijakan apakah dibolehkan atau tidak dianggarkan melalui APBD sesuai aturan yang ada,’’ katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Loteng, Burhanudin menambahkan, dari empat poin rekomendasi yang telah disampaikan SIGMA Loteng itu, pada intinya sudah dilaksanakan. Cuma saja masih kurang, karena terbentur aturan yang ada.

‘’Kami dari DPRD Loteng akan tetap berusaha terhadap apa yang direkomendasikan itu agar bisa terlaksana sesuai aturan yang ada. Sehingga tidak terjadi masalah kedepannya,’’ katanya.

Sehingga, dalam pertemuan itu dapat disimpulkan bahwa, apa yang menjadi rekomendasi dari SIGMA Loteng ini akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada bupati Loteng, DPRD, Dinas Dikpora, Kemenag dan perwakilan dari SIGMA Loteng, pada Jumat mendatang (11/9), usai senam pagi.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply