Dikrektur IPDN Kampus NTB Berganti

Gubernur IPDN Kampus NTB, Prof Dr Ermaya Suradinata saat serah terima jabatan dari Direktur IPDN Kampus NTB yang lama, Dr Abdul Malik kepada direktur baru, Dr Diah Poespita. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Gubernur IPDN Kampus NTB, Prof Dr Ermaya Suradinata saat serah terima jabatan dari Direktur IPDN Kampus NTB yang lama, Dr Abdul Malik kepada direktur baru, Dr Diah Poespita. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
SERTIJAB: Gubernur IPDN Kampus NTB, Prof Dr Ermaya Suradinata saat serah terima jabatan dari Direktur IPDN Kampus NTB yang lama, Dr Abdul Malik kepada direktur baru, Dr Diah Poespita. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Tapuk jabatan direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus NTB kini berganti. Dimana, pejabat lama, Dr Abdul Malik akhirnya resmi diganti oleh Dr Diah Poespita, sebagai pejabat baru Direktur IPDN Kampus NTB. Sedangkan Dr Abdul Malik dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Direktur IPDN Kampus Provinsi Sumatra Barat.

Pergantian jabatan direktur IPDN Kampus NTB itu, ditandai dengan serah terima jabatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur IPDN Kampus NTB, Prof Dr Ermaya Suradinata, dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng, Pemprov NTB, serta sejumlah praja, di halaman Kampus IPDN NTB, Rabu (16/9), sekitar pukul 10.00 Wita.

Gubernur IPDN Kampus NTB, Prof Dr Ermaya Suradinata dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat  kepada direktur baru IPDN Kampus NTB dan kepada kepada Direktur IPDN Kampus Sumatra Barat yang dijabat oleh Dr Abdul Malik.

‘’Saya harapkan dengan direktur yang baru ini bisa meneruskan keberhasilan dari pejabat lama, dan bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bagi praja IPDN, sehingga bisa diterima oleh masyarakat,’’ katanya.

Bila ada pejabat Negara yang ingin membubarkan kampus IPDN, tentunya harus mengubah Undang-Undang yang ada. ‘’Sebagai negara hukum, kita harus menjunjung tinggi peraturan yang ada,’’ ungkapnya sembari menjelaskan, apa yang diucapkan oleh pejabat Negara yang ingin membubarkan kampus IPDN ini, itu merupakan tantangan untuk kinerja yang lebih baik lagi bagi semua pihak.

Sebab, bila ada yang ingin membubarkan IPDN, itu sama artinya dengan akan membubarkan NKRI. Karena, sistem pendidikan di IPDN ini mengandung nilai kebangsaan.

Ia berharap agar sistim pendidikan di Kampus IPDN ini harus diperbaharui dengan revolusi mental sesuai yang diwacanakan oleh Presiden Jokowi yakni Praja IPDN harus bisa menjadi penggerak kader revolusi mental.

Hingga saat ini, lanjutnya, banyak lulusan IPDN yang sudah bekerja di Kementerian, KPK, bahkan ada juga yang menjadi kepala dan wakil kepala daerah.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *