Warga Pujut Gelar Ritual Adat Leluhur

RITUAL ADAT LELUHUR: Warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, saat menggelar ritual adat leluhur di Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (17/9). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
RITUAL ADAT LELUHUR: Warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, saat menggelar ritual adat leluhur di Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (17/9). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
RITUAL ADAT LELUHUR: Warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, saat menggelar ritual adat leluhur di Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (17/9). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, menggelar kegiatan ritual adat leluhur di Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Loteng, Kamis (17/9), sekitar pukul 11.00 Wita.

Kegiatan itu diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Nusantara (AMAN) dan Komunitas Masyarakat Adat Gunung Tunak Pujut Paer Lauk (KMAGTPPL), dan dihadiri oleh Pembina AMAN dan KMAGTPPL, HL Ranggalawe, tokoh adat Loteng, Sar’i Bayan, dan sejumlah masyarakat se-Kecamatan Pujut.

Dalam kegiatan ritual adat leluhur itu, juga dilakukan pelepasan burung merpati oleh HL Ranggalawe sebagai bentuk kebebasan terhadap kembalinya Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak kepada masyarakat adat, yang sebelumnya dikuasai oleh pemerintah dalam hal ini BKSDA sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KMAGTPPL, HL Ranggalawe mengatakan, Hutan Tunak saat ini statusnya sudah dikembalikan kepada masyarakat adat sesuai putusan MK. Pemerintah juga diharapkan bisa memerintah dengan adil terhadap seluruh masyarakat tanpa ada pilih kasih. Karena, keberadaan masyarakat selama ini, tidak dianggap keberadaannya oleh pemerintah.

‘’Negara sudah mengakui bahwa Hutan Tunak menjadi hutan adat sesuai putusan MK dan sudah saatnya kita rebut kembali pengelolaan Hutan Tunak ini,’’ katanya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.