Gubernur NTB Optimis Sengketa Lahan Mandalika Resort Berakhir Baik

RAPAT TERTUTUP: Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memimpin rapat tertutup membahas terkait finalisasi Mandalika Resort.
RAPAT TERTUTUP: Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memimpin rapat tertutup membahas terkait finalisasi Mandalika Resort.
RAPAT TERTUTUP: Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memimpin rapat tertutup membahas terkait finalisasi Mandalika Resort.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi memimpin rapat tertutup membahas terkait finalisasi Mandalika Resort di ruang kerja gubernur, Senin (28/9). ‘’Saya optimis sengketa lahan seluas 109 hektar pada kawasan Mandalika Resort berakhir dengan baik,’’ kata Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Hadir dalam rapat tertutup itu, Asisten I Bidang Tata Praja dan Aparatur Setda Provinsi NTB, Dr H Abdul Hakim, Kepala Kantor Wilayah BPN NTB, Budi Suryanto, Kepala BPKM Provinsi NTB, Ridwan Syah, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, HL Supardan, dan Direktur Operasional PT BTDC (Bali Tourism Development Corporate), I Nyoman Cakra.

Mengawali rapat tersebut, gubernur menyampaikan pertemuan ini dilakukan untuk mem-follow-up dan menyepakati langkah yang akan dilakukan terhadap 135 Ha lahan yang sampai saat ini belum keluar Hak Pengelola Lahannya (HPL).

‘’Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam masalah 135 Ha ini, menempatkan diri sebagai fasilitator,’’ ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTB pada 2009 lalu telah melepaskan HPL kepada Negara berjumlah 1.135 Ha dari total lahan 1.250 Ha. Dan 995 Ha lahan telah dikeluarkan HPL-nya oleh BPN untuk diserahkan kepada PT BTDC.

Ada 135 Ha yang belum keluar HPL-nya, lahan itu disebut sebagai lahan yang belum clean and clear. Oleh karena itu, sebagai langkah nyata Pemerintah Provinsi NTB telah menugaskan Asisten I Tata Praja dan Aparatur, Dr H Abdul Hakim untuk memimpin proses klarifikasi di lapangan terkait status dan legalitas lahan yang disengkatan.

Pada kesempatan yang sama,  Asisten I Tata Praja dan Aparatur, Dr H Abdul Hakim sebagai tim klinis yang melakukan proses klarifikasi di lapangan selama tiga bulan menemukan lahan seluas 135 Ha yang tersebar di 31 titik, terbagi menjadi; 16 titik, yaitu ± 25,08 Ha sudah dibebaskan. Hal ini disimpulkan dari berkas yang dimiliki PT BTDC dengan BPN serta menghadirkan semua saksi sejarah, seperti kepala desa, mantan kepala desa termasuk pegawai BPN yang sudah pensiun, ternyata tidak ditemukan berkas antara PT BTDC dan BPN bahwa lahan tersebut sudah dibebaskan. Dua titik, yaitu ± 0,92 Ha perlu pendalaman lebih lanjut, karena masih ada sengketa antara ahli waris. 13 titik, yaitu ± 109 Ha belum di bebaskan. Inilah titik permasalahan dari Mandalika Resort, karena PT BTDC mengatakan lahan ini sebagai tanah yang dikuasai oleh Negara.

Mengakhiri rapat tersebut, orang nomor satu di NTB itu berharap penyelesaian kasus sengketa lahan ini jangan sampai menimbulkan permasalahan baru. Langkah awal untuk penyelesaian sengketa lahan ini adalah melakukan panel dengan Kementerian Keuangan agar mengeluarkan lahan tersebut dari aset Negara.

‘’Saya melihat penyelesaian kasus sengketa lahan ini sudah mengalami kemajuan yang jauh lebih baik. Masalah sengketa lahan telah teridentifikasi dengan lebih mendetail dan dari total 135 Ha lahan sengketa, sekarang menjadi 109 Ha lahan yang nyata-nyata belum dibayar, tidak ada proses jual-beli, dan telah lama digarap oleh masyarakat,’’ ujarnya.

Oleh karena itu, langkah yang disepakati untuk penyelesaian sengketa lahan seluas 109 Ha yang tersebar di 13 titik ini, adalah segera mengirim surat kepada menteri keuangan dan menteri BUMN, sekaligus audiensi dengan jajaran Pemerintah Provinsi, Pemkab, PT ITDC untuk meminta agar lahan 109 Ha dikeluarkan dari 1.135 Ha yang dijadikan sebagai penyertaan modal, dan belum pernah mengalami proses jual-beli.

‘’Jika 109 Ha lahan tersebut telah dikeluarkan dari asset Negara, maka kita dapat melakukan proses selanjutnya yaitu proses jual-beli antara PT ITDC dengan masyarakat,’’ pungkasnya.(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.