BPPD NTB Rangkul Ulama Wujudkan Keamanan Pariwisata

EKSKOTIK: Salah satu pantai di Pulau Lombok begitu indahnya membuat para wisatawan mancanegara berbondong-bondong berdatangan ke Lombok.
EKSKOTIK: Salah satu pantai di Pulau Lombok begitu indahnya membuat para wisatawan mancanegara berbondong-bondong berdatangan ke Lombok.
EKSKOTIK: Salah satu pantai di Pulau Lombok begitu indahnya membuat para wisatawan mancanegara berbondong-bondong berdatangan ke Lombok.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB), Taufan Rahmadi menilai, peran ulama sangat penting untuk mengajak seluruh komponen masyarakat dalam upaya menjaga keamanan bagi kelangsungan dunia pariwisata di daerahnya.

‘’Kami berharap peran tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut mendukung kondusifitas daerah. Bisa dilakukan dengan memberikan wejangan kepada masyarakat bahwa sebenarnya menjamu wisatawan sama halnya memuliakan tamu yang datang ke rumahnya,’’ kata Taufan Rahmadi kepada Lomboktoday.co.id di Mataram, Rabu (07/10).

Taufan mengutuk tindakan perampokan terhadap hotel-hotel di kawasan wisata Pantai Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal itu tentu akan berdampak negatif terhadap dunia pariwisata, tidak hanya di Kabupaten Lombok Tengah, tapi NTB secara keseluruhan.

Karenanya, menurut dia, pendekatan agama sangat penting dilakukan untuk mendorong seluruh komponen masyarakat agar memahami betul bahwa pariwisata merupakan salah satu sumber rezeki mereka.

Salah satu yang bisa dilakukan oleh para tokoh agama adalah memberikan imbauan melalui setiap khotbah Jumat. Paling tidak, menyisipkan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan pariwisata terhadap keberlangsungan hidup umat.

‘’Kami berharap semua tokoh agama dan tokoh masyarakat memahami permasalahan pariwisata itu adalah masalah bersama,’’ ungkapnya.

Taufan juga menyarankan agar komponen masyarakat, khususnya di sekitar destinasi wisata Kabupaten Lombok Tengah, sepakat untuk menerapkan aturan adat terkait upaya menjaga keamanan daerah wisatanya.

Di satu sisi, aparat juga harus mampu mengawal upaya positif yang dilakukan masyarakat dengan memberikan sanksi tegas terhadap setiap perampok yang meresahkan para wisatawan dari daerah lain maupun mancanegara.

‘’Aparat harus bertindak tegas tehadap masalah ini. Jangan ragu menindak pelaku, karena kita tahu dalam kondisi sekarang ini, para pelancong bisa memberikan informasi kepada masyarakat di negaranya bahwa NTB tidak aman,’’ ujarnya.

Jika tidak ada peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan tindakan tegas dari aparat kepolisian, menurut Taufan, upaya promosi yang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB bersama BPPD NTB, serta para pelaku pariwisata lainnya akan sia-sia.

‘’Seindah apa pun objek wisata, kalau tidak ada keamanan dan kenyamanan, wisatawan mana yang mau mengunjungi. Dan sekuat apa pun promosi yang dilakukan akan tetap sia-sia,’’ ujarnya.

Untuk itu, dia berharap kepada semua elemen masyarakat kompak dan satu hati, sama-sama memiliki pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan dan demi nama baik NTB di dunia internasional.(ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.