Masyarakat Selatan Dealine PT ESL

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Masyarakat Lombok Timur bagian Selatan mendeadline pihak PT ESL untuk segera melakukan aktivitas sesuai ijin yang telah dikeluarkan Gubenur NTB, TGH M Zainul Majdi untuk mengelola kawasan wisata di Sekaroh.

Karena bila tidak, maka masyarakat Sekaroh siap untuk mengusir PT ESL dari wilayah Lotim, dengan catatan Pemkab Lotim memberikan kesempatan kepada pihak PT ESL untuk berbuat bagi kemajuan wisata di daerah ini.

‘’Kami berikan deadline selama dua bulan untuk melakukan aktivitas. Kalau tidak, maka kami siap untuk mengusirnya dari Lotim,’’ kata Ketua Yayasan Gumi Paer Lotim, Lalu Mukarrob kepada Lomboktoday.co.id di Selong, Minggu (18/10).

Pernyataan ini dibuat masyarakat, kata Mukarrob, berdasarkan hasil rapat yang telah dilakukan bersama sejumlah tokoh yang ada di wilayah Sekaroh. Ini sebagai bentuk kepeduliannya selaku masyarakat yang berada di wilayah Lotim Selatan yang menginginkan kemajuan, terutama dalam bidang pengembangan pariwisata.

Apalagi masyarakat melihat investor yang sudah mengantongi ijin itu, ingin sekali berbuat atau melakukan aktivitasnya. Tapi, kenyataan di lapangan, justeru Bupati Lotim, H Moh Ali Bin Dachlan, dengan menggunakan anggota Satpol PP menghalang-halangi PT ESL untuk melakukan aktivitas.

‘’Masyarakat menantang PT ESL untuk serius segera membangun dan siap untuk melawan siapapun yang mencoba menghalangi, termasuk bupati Lotim. Kami masyarakat Selatan tidak mau terhalangi oleh kepentingan oknum pejabat,’’ ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah jangan mengorban masyarakat Selatan oleh sikap keegoisan dan dendam politiknya. Karena, hal ini akan merugikan semua pihak. Selain itu, pemda juga diminta untuk tidak mendiskreditkan salah satu perusahaan saja, sementara yang tiga perusahaan lain diberikan kesempatan oleh pemda.

‘’Kalau mau daerah ini maju dan berkembang, tentu marilah kita bersama-sama menyatukan barisan untuk Lotim,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Sekaroh, Sahabudin. Ia meminta kepada pemda untuk tidak mempertahankan egonya yang tentu akan merugikan semua pihak. Tapi hendaknya memberikan kesempatan kepada perusahaan yang sudah ada ijin untuk bekerja dan berbuat untuk Lotim.

‘’Kalau sudah kita berikan kesempatan terus tidak ada  aktivitas atau hasil yang diberikan untuk Lotim, baru mengambil sikap tegas. Kami tidak tahu antara Pemkab Lotim dengan Pemrov NTB berseteru, tapi jangan sampai terhambat pembangunan wisata di Lotim,’’ katanya.

Ia juga berharap agar keamanan dan kenyamanan dari sistem yang perlu harus dibangun pemerintah, terutama di bidang pariwisata yang ramah lingkungan, yang berdampak pada kemajuan daerah.

‘’Yang jelas, kalau pembangunan yang sifatnya merusak alam dan lingkungan, tentu kami akan tolak,’’ ungkap Dewan Pembina Yayasan Bumi Paer Lotim ini.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *