Awas! Uang Palsu Mulai Beredar

BB: Kaur Bin Ops Reskrim Polres Loteng, IPDA Ery Armunanto saat menunjukkan BB uang palsu. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
BB: Kaur Bin Ops Reskrim Polres Loteng, IPDA Ery Armunanto saat menunjukkan BB uang palsu. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
BB: Kaur Bin Ops Reskrim Polres Loteng, IPDA Ery Armunanto saat menunjukkan BB uang palsu. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Seorang sodagar ternak sapi, H Buhori (51 tahun), warga Dusun Bunsumpak, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menjadi korban peredaran uang palsu (upal). Kasus peredaran upal tersebut, kini sudah ditangani pihak Polres Lombok Tengah untuk mengungkap pelakunya.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kaur Bin Ops Reskrim Polres Loteng, IPDA Ery Armunanto saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah menerima laporan terkait peredaran upal tersebut. Kejadian peredaran upal itu, kata Ery, memang sudah cukup lama terjadi. Hanya saja, korban baru menyadari bila uang yang dipergunakan untuk transaksi ternak sapi  itu adalah uang palsu.

‘’Dari keterangan korban, awal kejadiannya pada tanggal 10 Oktober 2015. Dimana, korban pada waktu itu didekati oleh dua orang yang ingin membeli sapinya di Pasar Ternak Batu Nyale. Pelaku membeli sapi korban dengan harga Rp8,550 juta. Dan korbanpun menginyakan sapinya dijual dengan harga itu. Tanpa curiga, korban langsung  membawa uang tersebut pulang,’’ katanya kepada wartawan di kantornya, Selasa (20/10).

Kemudian pada 12 Okotober 2015, lanjut Ery, korban pergi ke Pasar Ternak Masbagik, Lotim dan menggunakan uang tersebut untuk membeli sapi dengan harga Rp6,5 juta. Setelah itu, korban lagi menggunakan uang itu untuk membeli sapi di Pasar Ternak Selagalas, Mataram, dan dikasi tahu sama penjual tempat korban membeli sapi, kalau sebagian uang yang digunakan untuk membayar ternak sapi itu adalah palsu. ‘’Korban langsung kaget dan baru sadar kalau uangnya itu palsu,’’ ungkapnya.

Atas kejadian itu, korban mengecek uang yang ada di rumahnya itu, dan korban menemukan uang palsu sebanyak Rp1,6 juta. Setelah itu, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Praya Tengah pada 19 Oktober sekitar pukul 17.00 Wita dengan menyerahkan barang bukti (BB) upal sebanyak 16 lembar pecahan Rp100 ribu.

‘’Kasus peredaran upal ini, kita sedang mendalaminya untuk mengungkap pelakunya. Dan uang yang sudah digunakan itu juga kita sedang mengejarnya, karena korban juga siap untuk mengganti uang tersebut. Kita juga perkirakan uang itu semuanya palsu Rp8,550 juta,’’ tegasnya.

Karena itu, pihaknya juga berharap kepada masyarakat, supaya lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan, agar tidak menjadi korban dari peredaran upal tersebut.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.