Pedagang Pasar Masbagik Terpaksa Pindah

TERPAKSA PINDAH: Para pedagang Pasar Masbagik yang terpaksa pindah karena adanya ultimatum. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TERPAKSA PINDAH: Para pedagang Pasar Masbagik yang terpaksa pindah karena adanya ultimatum. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TERPAKSA PINDAH: Para pedagang Pasar Masbagik yang terpaksa pindah karena adanya ultimatum. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Para pedagang Pasar Masbagik, Lombok Tmir, mengaku terpaksa pindah ke pasar baru, karena adanya tekanan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang meminta mereka untuk segera mengosongkan lokasi pasar lama. Adanya tekanan tersebut tentu sangat memberatkan para pedagang tersebut.

‘’Kami sebenarnya tidak mau pindah, tapi karena terpaksa makanya kami pindah,’’ keluh salah seorang pedagang Masbagik, Is kepada wartawan di lokasi Pasar Baru Masbagik, Kamis (22/10).

Is mengatakan, kalau melihat lokasi pasar yang baru ini sangat luas, tapi yang menjadi masalah adalah pihaknya mendapatkan tempat paling ujung berdekatan dengan tembok pembatas. Ia melihat adanya sikap pilih kasih dalam penempatan para pedagang oleh pemerintah daerah.

Adapun mengenai masalah diberikan keringanan untuk tidak membayar retribusi maupun pungutan apapun selama tiga bulan, itu sangat bagus. Tapi yang lebih bagus lagi apabila mendapatkan tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh para pembeli.

‘’Kalau seperti ini, lebih baik kami membayar retribusi, asalkan lokasinya bagus,’’ kata para pedagang sembari mengancam kalau nanti tidak ada pembeli yang datang, maka kami akan beramai-ramai mendatangi kantor bupati Lotim untuk menuntut janji politiknya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Hijrah. Ia mengaku pasrah dengan adanya kebijakan Pemkab Lotim untuk merelokasi para pedagang. Karena, itu adalah kebijakan dari atas, sedangkan pihaknya hanyalah rakyat bawah yang harus mengikutinya.

‘’Bagaimana kami tidak pindah, karena ada surat edaran kepada kami. Kalau kami tidak segera pindah, maka akan dipindahkan secara paksa. Itulah yang kami takutkan. Hari Senin mulai dibuka aktivitas jual beli di pasar ini,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *