Pejuang Tanah Adat Tolak Tawaran TNGR

TOLAK: Pejuang Tanah Adat bersama warga sedang berada di lokasi sengketa yang siap melawan TNGR kalau berani masuk ke kawasan tersebut. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TOLAK: Pejuang Tanah Adat bersama warga sedang berada di lokasi sengketa yang siap melawan TNGR kalau berani masuk ke kawasan tersebut. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
TOLAK: Pejuang Tanah Adat bersama warga sedang berada di lokasi sengketa yang siap melawan TNGR kalau berani masuk ke kawasan tersebut. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pejuang Tanah Adat Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, menolak keras tawaran yang diberikan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang akan bekerjasama atau bermitra untuk bersama-sama memelihara kawasan TNGR yang saat ini dikuasi Pejuang Tanah Adat dan warga Jurang Koak.

Pengurus Pejuang Tanah Adat, Sulaiman saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan masyarakat mengenai tawaran dari pihak TNGR itu, tapi warga menolak tawaran itu. Meski pada satu sisi, pihaknya sangat menghormati tawaran itu. Namun, pihaknya sudah menyampaikannya kepada masyarakat.

‘’Kami hormati apa yang menjadi tawaran TNGR dan itu sungguh baik, tapi masyarakat menolaknya. Sehingga kami sebagai Pejuang Tanah Adat tidak bisa berbuat apa-apa, kalau masyarakat melakukan penolakan,’’ kata Sulaiman kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Sulaiman menjelaskan, untuk sementara terhadap lahan yang sudah dikuasi warga itu harga mati akan dipertahankan dan perjuangkan. Karena, itu merupakan tanah leluhur yang nanti akan diperjuangkan untuk menjadi tanah adat.

Begitu juga mengenai tawaran itu, apabila pihaknya menerima, berarti apa yang diperjuangkan selama ini akan menjadi gagal total. Sehingga, ini yang menyebabkan pihaknya bersama warga tidak akan mundur lagi, melainkan akan terus berjuang bersama warga lainnya.

‘’Harga mati akan perjuangan tanah leluhur kami untuk menjadi tanah adat. Pejuang Tanah Adat bersama warga sudah bulat pada pendiriannya, dan tidak akan terpengaruh sama orang lain,’’ ungkapnya.

Hal senada disampaikan Pejuang Tanah Adat lainnya, Nasrun. Ia mengatakan, pihaknya tidak akan mungkin tetap bertahan di lokasi itu kalau tidak memiliki bukti yang kuat. Sehingga, hal ini tentu harus menjadi pemikiran dari TNGR yang juga mengaku mengklaim lahan tersebut.

‘’Siapapun yang berani mengambil lahan tanah leluhur kami, maka nanti akan berhadapan dengan kami,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.