Gunung Baru Jari Rinjani Meletus

MELETUS: Aktivitas Gunung Baru Jari yang mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian 300 meter ke udara. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
MELETUS: Aktivitas Gunung Baru Jari yang mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian 300 meter ke udara. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
MELETUS: Aktivitas Gunung Baru Jari yang mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian 300 meter ke udara. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Anak Gunung Rinjani atau Gunung Baru Jari Rinjani meletus pada Minggu (25/10), sekitar pukul 10.45 Wita, dengan mengeluarkan erupsi abu vulkanik pada ketinggian di atas 300 meter ke udara, mengarah ke wilayah Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Aktivitas Gunung Baru Jari itu, tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga yang berada di sekitar Sembalun. Tapi, mereka tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan yang nanti terjadi dari letusan yang dikeluarkan Gunung Baru Jari itu.

Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, Zulfahri saat dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan aktivitas di Gunung Baru Jari itu, dengan mengeluarkan erupsi abu vulkanik yang mengarah ke wilayah Bayan, KLU.

‘’Gunung Baru Jari itu mengeluarkan letusan abu vulkanik sekitar pukul 10.45 wita, namun tidak berpengaruh. Kami memperoleh informasi mengenai adanya aktivitas Gunung Baru Jari itu dari anggota kami yang berada di kawasan Segara Anak yang sedang melakukan monitoring terhadap kegiatan Agama Hindu,’’ katanya kepada wartawan, Minggu (25/10).

Zulfahri menjelaskan, melihat adanya peningkatan dari Gunung Baru Jari itu, membuat pihaknya mengambil langkah-langkah dengan meminta semua pendaki berjumlah puluhan orang yang berada di atas, untuk turun dan melakukan evakuasi melalui arah Torean Lombok Utara.

Untuk sementara, pihaknya kini menutup pendakian, guna mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya terjadi. Karena, kasus yang sama pernah terjadi beberapa tahun lalu mengenai Gunung Baru Jari meletus dan mengeluarkan abu vulkanik.

Selain itu, pihaknya akan mengkomunikasikan dengan pihak badan vulkanologi yang saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju Sembalun untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Baru Jari itu.

‘’Kami masih menunggu dari badan vulkanologi mengenai masalah Gunung Baru Jari itu, termasuk mengkoordinasikan dengan pihak terkait mengenai masalah pendakian ini, apakah diperbolehkan atau tidak,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.