Serapan Anggaran Masih Rendah

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Realisasi serapan anggaran APBD II Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 (Januari-Oktober) masih jauh dari harapan. Sehingga membutuhkan kerja keras SKPD untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa.

‘’Serapan anggaran APBD II hingga saat ini masih rendah. Hal ini tidak lepas akibat kurang cepatnya dinas/instansi bergerak, sehingga banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan,’’ kata Wakil Bupati Lombok Timur, H Khaerul Warisin dalam rakor yang digelar di pendopo bupati Lotim, Selasa (27/10).

Tak hanya SKPD, ada juga kontraktor. Mereka sudah memenangkan tender, tapi sampai saat ini mereka belum bekerja. ‘’Masak hal seperti ini, bupati atau wakil bupati yang harus selalu mengingatkan,’’ ungkapnya.

Mestinya, lanjut wabup, kepala dinas/instansi yang harus banyak mengingatkan, bukan sebaliknya. Ini juga salah satu penyebab kenapa Lotim tidak mendapatkan predikat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Terhadap sisa waktu dua bulan ini, menurut wabup, dirinya berharap kepada kepala dinas/instansi untuk mulai bekerja maksimal, seperti mencari aturan-aturan yang tak menyalahi aturan, untuk menuntaskan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Dalam rakor tersebut, orang nomor dua di Bumi bermotokan Patuh Karya itu juga mengkritisi disiplin para pegawai negeri sipil (PNS) dalam bekerja. ‘’Masih banyak PNS yang tidak disiplin, sehingga masalah ini menjadi tanggungjawab kepada dinas,’’ ungkapnya.

Seperti halnnya, di salah satu dinas/instansi, saat apel pagi, jumlah pegawai mencapai puluhan orang, tapi yang ikuti apel pagi hanya enam (6) orang. Kalau seperti ini, bagaimana mau maju. Sehingga masalah disiplin PNS ini harus ditingkatkan.

Sekda Lotim, H Rohman Farly dalam rakor itu menyebutkan, realisasi serapan APBD II, khususnya DAK di beberapa dinas, yaitu Dinas Dikpora Lotim, realisasi serapan baru mencapai 40 persen, Dinas Kesehatan 42 persen, Dinas PU 81 persen, Dinas Kelkan 73 persen, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) realisasi baru 36 persen, Dinas Hutbun 63 persen, Dinas ESDM Perdagangan dan Perindustrian realiasi hanya 29 persen.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.