Gubernur NTB Terima Konjen RRT

4 minutes reading
Thursday, 29 Oct 2015 15:38 0 311 Editor
Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menerima Konjen RRT di Denpasar untuk wilayah NTB, Hu Yinquan.

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menerima Konjen RRT di Denpasar untuk wilayah NTB, Hu Yinquan.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi menerima Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar untuk wilayah NTB, Hu Yinquan, Kamis (29/10).

Pertemuan ini menyusul kunjungan rombongan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk gubernur NTB, pada 7-13 Juni 2015 lalu ke Beijing dan Provinsi Zheijiang RRT.

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar untuk wilayah NTB, Hu Yinquan dalam kesempatan itu menjelaskan maksud kedatangannya kali ini kepada gubernur NTB, yang kala itu didampingi beberapa pejabat lingkup Pemprov NTB, seperti Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPMPT), H Ridwan Syah, Kepala BPBD NTB, H Azhar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Husni Fahri, serta kepala bagian pada Biro Kerjasama Setda Provinsi NTB dan Dinas Perhubungan NTB.

Beberapa hal disampaikan Konjen RRT, Hu Yinquan, diantaranya; keinginannya untuk menjalin kerjasama yang lebih serius dengan Provinsi NTB. Sebelumnya, ia mengungkapkan pada kesempatan kunjungan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan rombongan ke RRT beberapa waktu lalu, dimana orang nomor satu di NTB itu sempat bercerita perihal dua proyek besar yang sedang berjalan di NTB, yaitu Global Hub Bandar Kayangan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.

Sehingga, kedatangannya kali ini sekaligus guna menanyakan progress pembangunan kedua proyek itu. Karena diakuinya, pihak RRT sangat tertarik dan berniat untuk berinvestasi pada proyek tersebut. Pihaknya akan memfasilitasi Pemprov NTB dengan perusahaan di Tiongkok yang berkompeten untuk turut berinvestassi, menanamkan modalnya di NTB.

Untuk lebih memperluas bidang kerjasama RRT-NTB, pihaknya menawarkan untuk mendatangkan rombongan pertunjukan yang akan tampil menghibur masyarakat NTB pada perayaan imlek dan cap gomeh, pada 8 Februari 2016 mendatang.

Sebagai wujud apresiasi atas jalinan kerjasama yang selama ini telah terjalin baik antara RRT-NTB, Pemerintah RRT melalui konsulat jenderalnya yang berkedudukan di Denpasar itu berniat memberikan bantuan berupa peralatan elektronik berupa komputer beserta printer senilai Rp200 juta kepada Pemprov NTB. Mengenai mekanisme pendistribusian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Pemprov NTB.

Sementara itu, terkait tindaklanjut pembangunan Global Hub Bandar Kayangan, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan salah satu perusahaan BUMN di Tiongkok. Mengingat, proyek Global Hub yang dibangun pada areal yang sangat luas itu, tentu saja memerlukan keterlibatan sumber pendanaan yang kuat didalamnya. Untuk itu, dengan pengalaman dari perusahaan BUMN di Tiongkok, ia berharap akan mempermudah dan memperlancar proyek ini.

‘’Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo secara langsung telah meminta agar Pemprov NTB menyiapkan beberapa data terkait dan progress pembangunan Global Hub Bandar Kayangan, termasuk juga didalamnya mengenai siapa investornya. Semoga segera terbentuk join venture, termasuk pola pengembangan proyek ini kedepan,’’ kata gubernur NTB.

Begitu juga terkait ketertarikan perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort. Proyek ini juga dibangun dalam kawasan yang sangat luas, sehingga memungkinkan penerapan pola pengembangan yang bermacam-macam.

‘’Kami berharap perwakilan dari RRT bisa berkomunikasi langsung dengan PT Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk mengelola pembangunan proyek Mandalika Resort. Apalagi ITDC kantornya ada di Bali,’’ ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, direksi ITDC mengalami perombakan jajaran. Gubernur menyambut baik dan sangat menaruh harapan besar kepada jajaran ITDC yang baru, untuk lebih serius mempercepat pengembangan (KEK) Mandalika Resort, Kuta, Lombok Tengah.

Ada satu perspektif yang rencananya akan dijadikan sebagai pola pengembangan Mandalika Resort, yakni konsep ecotourism, yakni pengembangan yang berbasis ramah lingkungan, dengan pendekatan konservasi termasuk didalamnya mencakup pemasangan instalasi listrik yang ramah lingkungan, air ramah lingkungan, yang fokusnya membangun sesuatu yang baru tanpa merusak keberlangsungan lingkungan hidup sekitar.

Intinya, orang nomor satu di NTB itu sangat mengapresiasi dan membuka selebar mungkin peluang kerjasama NTB-RRT. Gubernur menyampaikan kabar yang sangat menggembirakan terkait kebijakan pariwisata nasional, dimana tahun depan pariwisata daerah, termasuk pariwisata di Pulau Lombok, akan mendapat atensi khusus dari Kementerian Pariwisata, termasuk pembangunan infrastruktur pendukungnya.

‘’KEK Mandalika Resort merupakan salah satu Backbone Pariwisata di Pulau lombok. Untuk itu, silakan berinvestasi di sana,’’ ujarnya.

Beberapa kemungkinan kerjasama lain yang bisa dilakukan NTB-RRT yang ditawarkan gubernur NTB, misalnya; mengenai pengembangan Bahasa Mandarin di NTB. Saat ini, kebutuhan akan penguasaan Bahasa Mandarin semakin tinggi, karena disamping pengguna dan peminatnya yang semakin tinggi jumlahnya, pelaku ekonomi di NTB juga banyak yang menggunakan Bahasa Mandarin. Mengenai bagaimana kemungkinan model pengembangan dan implementasi kerjasamanya, gubernur menunjuk Kepala Biro kerjasama Setda Prov NTB, H Muh Rum untuk berkoordinasi dengan pihak Konjen RRT.(ar/dra/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA