Bupati Omeli Para Pejabat SKPD

Bupati Lombok Timur, HM Ali BD. (Dok/Lomboktoday.co.id)
Bupati Lombok Timur, HM Ali BD. (Dok/Lomboktoday.co.id)
Bupati Lombok Timur, HM Ali BD. (Dok/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah SKPD yang dinilai tidak becus dalam bekerja. Kekecewaan orang nomor satu di Bumi bermotokan Patuh Karya itu diperlihatkan dalam rapat koordinasi yang digelar di pendopo bupati Lotim, Kamis (05/11).

‘’Saya sedih sekali melihat kinerja para SKPD yang masih rendah. Padahal, setiap rakor permasalahan kinerja ini selalu saya ungkapkan supaya ada perubahan,’’ kata Ali BD di hadapan para kepala dinas, kabid dan kabag.

Hingga saat ini, menurut Bupati Lotim, selama kepemimpinannya tidak ada kemajuan yang signifikan yang telah diraih sejumlah SKPD. ‘’Kalau seperti ini, kapan mau bisa membangun yang lebih baik. Masak  setiap rakor harus saya marah-marah terus melihat kenerja yang tidak ada kemajuan,’’ ungkapnya.

Pihaknya menginginkan banyak pembangunan di Lotim ini meski mempunyai duit yang minim. Karenanya, ia meminta kepada para SKPD mulai sekarang tidak ada proyek yang di PL-kan.

‘’Selama ini, pengerjaan proyek yang ada hanya menguntungkan kontraktor saja, tak ada yang menguntungkan Negara. Contohnya, ada dugaan marup keuntungan yang banyak pada salah satu proyek. Masak AC harga Rp4 juta, diajukan pemeliharaan Rp10 juta. Kan uang itu bisa untuk membeli AC dua,’’ sindirnya.

Dinas PU Lotim menurutnya, menjadi contoh salah satu SKPD yang memiliki sejumlah kekurangan. Dinas yang satu ini dianggap kerap menguntungkan pemborong. Contoh, dana Rp2 miliar hanya bisa digunakan untuk memperbaiki jalan sepanjang satu kilometer saja. Padahal, sudah ada aspal, tinggal ditebalkan saja dari atasnya. ‘’Jangan hanya menguntungkan pengusaha, tapi bagaimana menguntungkan rakyat,’’ jelasnya.

Begitu juga dengan Dinas PPKA Lotim. Kabid Pajak hanya bekerja di belakang meja saja dan tidak pernah turun ke lapangan, justeru mendapat bagian lebih besar dari tukang pungut. ‘’Yang pantas dapat upah pungut itu saya, karena saya yang menyuruh anda, saya yang marah-marah, saya yang di demo kalau ada salah,’’ katanya menyambung sindiran.

Belum lagi terhadap tunggakan pajak yang tidak ditagih-tagih. Padahal, potensi pajak ini sangat besar yang bisa diperoleh. Apalagi masalah retribusi pasar yang tidak sesuai target.

Menurut Ali, PNS harus memiliki kemampuan mumpuni dalam bekerja. Jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal. ‘’Kalau PNS tidak bisa mengoperasikan computer, mau bagaimana,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Aktivis Peduli Daerah (Japda) NTB, Lalu Syaparudin Aldi mengatakan, bupati Lotim seharusnya melakukan introspeksi diri dari capaian kinerja anak buahnya. Ketimbang terus marah-marah dalam setiap kesempatan. Ia menyarankan bupati merubah pola. Kesalahan yang ada memang harus dibenahi, namun terbukti cara marah-marah tidak banyak menghasilkan sesuatu.

‘’Kalau anak buah tak becus itu, yang bertanggungjawab ya pimpinan tertinggi, dalam hal ini bupatinya,’’ kritik Ketua Japda NTB, Lalu Syaparuddin Aldi kepada Lomboktoday.co.id.

Jika memang anak buah tidak mampu mengemban tugas, ia mengatakan mutasi bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Terlebih selama ini sejumlah dinas mendapat sorotan karena dianggap berbagai kalangan memiliki banyak kekurangan. Japda NTB juga menyarankan bupati aktif melakukan lobi ke provinsi dan pusat untuk mendapat bantuan pos anggaran yang sebenarnya sangat banyak. ‘’Dari pada hanya marah-marah, mending bupati kerja melobi provinsi dan pusat,’’ ungkapnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.