Pukul Siswa, Oknum Guru Dikerangkeng

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Apes nasib Rumsiah (35 tahun), salah seorang oknum guru Bahasa Inggris SMPN II Labuhan Haji, Lombok Timur, gara-gara memukul siswanya, ia dilaporkan oleh keluarga siswa yang dipukul itu ke pihak kepolisian. Dan kasusnya kini sedang ditangani Unit PPA Polres Lotim.

Kasat Reskrim Polres Lotim melalui Kanit PPA Polres Lotim, IPDA Nengah Samba yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (05/11), membenarkan adanya oknum guru yang ditahan terkait kasus pemukulah terhadap siswa.

‘’Pelaku sudah kita tahan sejak 3 Nopember lalu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 80 (penganiayaan) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,’’ kata Nengah Samba kepada wartawan di kantornya, Kamis (05/11).

Samba mengatakan, penahanan dilakukan karena tidak ada proses damai antara pelapor dan pelaku, meski beberapa orang telah mencoba memfasilitasi untuk damai, tapi pihak pelapor tetap melaporkan pelaku.

Samba menjelaskan kornologis kejadian kasus pemukulan itu. Menurut Samba, kasus itu terjadi pada saat jam pelajaran Bahasa Inggris, ketika pelaku sedang mengajar. Beberapa siswanya terlihat bermain, pelaku menegur siswanya, tapi siswa masih terlihat bermain. Pelaku pun kontan mengambil sapu lidi dan langsung memukul para siswanya yang terlihat bermain. Ada yang di pukul di bagian badan, tangan termasuk korban kena pukulan di bagian muka.

Sepulang korban dari sekolah, luka di bagian muka korban dilihat oleh pamannya. Karena tidak terima dengan penuturan korban, merasa keberatan dengan ulah pelaku, paman korban pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Lombok Timur.

‘’Dalam kasus ini, kita telah memberikan kesempatan kedua pihak untuk berdamai. Dan proses damai itu difasilitasi pihak kepala sekolah, namun tidak ada kata sepakat, sehingga kasusnya ditindaklanjuti. Tokoh masyarakat Labuhan Haji pun telah diminta untuk memfasilitasi, tapi tidak ada respon dari pihak pelapor,’’ ungkapnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.