Gubernur NTB Terima Advisor PEKA SINERGI

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan dari Advisor Proyek Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Teknologi Energi Terbarukan (PEKA SINERGI), Dr Mae Chu Chang.
Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan dari Advisor Proyek Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Teknologi Energi Terbarukan (PEKA SINERGI), Dr Mae Chu Chang.
Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menerima kunjungan dari Advisor Proyek Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Teknologi Energi Terbarukan (PEKA SINERGI), Dr Mae Chu Chang.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi menerima kunjungan dari Advisor Proyek Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Teknologi Energi Terbarukan (PEKA SINERGI), Dr Mae Chu Chang, di ruang tamu gubernur NTB, Senin (16/11).

Dalam kesempatan itu, Dr Mae Chu Chang melaporkan tentang proyek baru PEKA SINERGI. ‘’Kami ingin berkonsultasi dengan pemimpin tertinggi di Provinsi NTB terkait pelatihan dan sertifikasi profesi Teknologi Energi Terbarukan (TET),’’ kata mantan Lead Education Specialist & Coordinator of Indonesia Human Development Unit, East Asia and Pacific Region, The World Bank, Indonesia.

Hadir dalam pertemuan itu, Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, Team Leader PEKA SINERGI, Nathan Hart, dan Wakil Rektor IV Universitas Mataram (UNRAM), Prof Soewardji beserta pejabat fakultas lainnya.

Lebih lanjut, Mae Chu Chang mengatakan, proyek ini untuk menjawab kebutuhan pasar terkait tenaga kerja ahli di bidang Teknologi Energi Terbarukan (TET). Untuk skala nasional, proyek ini baru diujicobakan di NTB. ‘’Nantinya akan ada Master Assesor yang akan melihat seberapa jauh keberhasilan dari proyek ini,’’ ungkapnya.

Empat hal yang menjadi fokus utama dalam proyek TET ini, antara lain; tenaga surya, air, angin, dan biomass.  Rencananya, proyek ini akan berjalan selama 28 bulan, sejak September 2015 hingga Februari 2018 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Universitas Mataram (UNRAM), Prof Soewardji menyampaikan, proyek ini pertama kali ditawarkan ke Provinsi NTB. Jika proyek ini berhasil, NTB bisa menjadi leading, dan provinsi-provinsi lain di Indonesia bisa belajar atau mengadopsi teknologi baru ini ke NTB. Agar proyek ini bisa berjalan maksimal, PEKA SINERGI bekerja sama dengan Unram sebagai perwakilan akademisi, Pemerintah Provinsi NTB sebagai pemegang kebijakan, dan SMK sebagai penerima pelatihan. Ada sembilan SMK yang dilibatkan dalam proyek PEKA SINERGI di seluruh Provinsi NTB.

‘’Nantinya, tenaga kerja yang menerima pelatihan TET ini, akan memiliki sertifikasi yang dapat digunakan di dunia usaha,’’ katanya.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi sangat berterimakasih dan mengapresiasi terpilihnya NTB sebagai provinsi pertama yang menerima proyek pelatihan dan sertifikasi Teknologi Energi Terbarukan (TET). Ia juga menyampaikan proyek ini akan berhasil jika ada sinergi yang baik antara pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun swasta.

‘’NTB memiliki SDM yang banyak, namun tidak semuanya memiliki kemampuan yang mumpuni. Oleh karena itu, dengan adanya proyek ini semakin meningkatkan kemampuan masyarakat NTB,’’ katanya.(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.