Sekda NTB Terima Perwakilan Konjen AS

Sekda NTB, H Muhammad Nur saat menerima Kabag Politik dan Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Jatim, Brandon C Possin, di ruang kerjanya, Kamis pagi (19/11).
Sekda NTB, H Muhammad Nur saat menerima Kabag Politik dan Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Jatim, Brandon C Possin, di ruang kerjanya, Kamis pagi (19/11).

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sekretaris Daerah NTB, H Muhammad Nur menerima Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Jatim, Brandon C Possin, di ruang kerja Sekda, Kamis pagi (19/11).

Dalam kesempatan berbincang santai itu, Brandon menyampaikan terima kasih atas hubungan baik yang telah dijalin antara Amerika Serikat dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam kunjungannya, Brandon menyoroti tentang keberlanjutan kontrak kerja PT NNT yang telah berakhir pada 18 November 2015, namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya dari pemerintah. Lebih lanjut, Brandon mengatakan, banyak investor Amerika yang ingin menanamkan modalnya di NTB, tapi terkendala masalah perizinan dan keamanan di NTB, terutama di wilayah Pulau Sumbawa.

‘’Kami (konjen AS) mendorong perusahaan untuk berinvestasi di NTB, terutama di Pulau Sumbawa yang memiliki potensi besar untuk lebih di eksplor lagi,’’ katanya.

Menyikapi hal itu, Sekda NTB, H Muhammad Nur yang ditemani juga oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Aminollah menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang positif, dan berharap kerjasama serta hubungan antara Indonesia-AS dapat terus berjalan baik.

Menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Brandon terkait kontrak kerja PT NNT, H Muhammad Nur mengatakan, masalah kontrak kerja dengan PT NNT diserahkan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kewenangannya dimiliki oleh Kementerian ESDM RI.

‘’Pemerintah daerah hanya memberikan pandangan mengenai dampak positif dan negatif yang ditimbulkan akibat pemberhentian kerja PT NNT, sebagai bahan referensi untuk Kementerian ESDM dalam meninjau ulang kontrak kerja tersebut,’’ katanya.

Untuk masalah investasi, Sekda NTB mengatakan, NTB membuka peluang investasi sebesar-besarnya bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di provinsi ini. Jika ada masalah terkait perijinan, investor dapat menghubungi BKPM Provinsi NTBuntuk mengetahui hal-hal yang menghambat keluarnya ijin tersebut. ‘’ijin akan keluar, jika investor memenuhi segala tahapan dan persyaratannya,’’ ungkapnya.

Terkait dengan titik-titik radikalisme di wilayah Pulau Sumbawa, lanjut Sekda, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi telah membentuk tim deteksi dini hasil kerjasama dengan BIN, Korem, Polda, Toga, dan Toma untuk mendeteksi kelompok ekstrimis. ‘’Kami terus mendekatkan diri dengan mengubah ideologi mereka, sehingga kelompok tersebut tidak berkembang,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk mengatasi kelompok ekstrimis tidak dapat diselesaikan dengan jalan kekerasan, tapi harus melalui pendekatan psikologis dengan mengubah pola pikir mereka.(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *