Kontraktor Pelaksana Terancam Di-Blacklist

Inilah kondisi lapangan pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Dodokan (Lanjutan) pada Minggu (15/11). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama masa kontrak telah menerbitkan tiga kali teguran kepada kontraktor pelaksana sampai akhirnya pekerjaan tersebut dilanjutkan 50 hari kalender disertai denda atas keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per mil) setiap hari keterlambatan.
Inilah kondisi lapangan pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Dodokan (Lanjutan) pada Minggu (15/11). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama masa kontrak telah menerbitkan tiga kali teguran kepada kontraktor pelaksana sampai akhirnya pekerjaan tersebut dilanjutkan 50 hari kalender disertai denda atas keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per mil) setiap hari keterlambatan.
Inilah kondisi lapangan pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Dodokan (Lanjutan) pada Minggu (15/11). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama masa kontrak telah menerbitkan tiga kali teguran kepada kontraktor pelaksana sampai akhirnya pekerjaan tersebut dilanjutkan 50 hari kalender disertai denda atas keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per mil) setiap hari keterlambatan.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Dodokan (Lanjutan) Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2015, tidak akan sungkan dan tanpa ampun memblacklist kontraktor pelaksana.

Langkah tegas itu dilakukan sampai akhir masa perpanjangan kontrak, 50 hari kalender ternyata fisik pekerjaan tak juga rampung. ‘’Kita blacklist tanpa ampun,’’ kata PPK, H Yayan Supriyatna menjawab wartawan Lomboktoday.co.id di ruang kerjanya, Jumat sore (20/11).

Perpanjangan kontrak kerja kepada pelaksana pekerjaan, menurut Yayan Supriyatna, dilakukan sesuai ketentuan Pasal 93 Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) No.70 Tahun 2012 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun, perpanjangan itu disertai pengenaan denda atas keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu atau satu per mil) untuk setiap hari keterlambatan dari nilai kontrak kerja sebesar Rp676.415.000,00 (Enam Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Empat Ratus Lima Belas Ribu Rupiah) disamping menandatangani surat pernyataan kesanggupan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dana pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Dodokan (Lanjutan) Kabupaten Lombok Barat bersumber dari APBD Propinsi NTB Tahun Anggaran 2015. Menurut jadwal, lelang kontrak kerja ditandatangani 2 Juli 2015-16 Juli 2015 dengan masa waktu pelaksanaan kontruksi 120 hari kalender. Kontrak berakhir sekitar  sekitar 30 Oktober 2015-11 Nopember 2015.

‘’Sampai 14 Desember 2015, pekerjaan diharapkan selesai dan apabila belum klar, maka kontraktornya harus menyerahkan Garansi Bank sesuai Surat Edaran Gubernur NTB,’’ terang Yayan Supriyatna mengenai  langkah yang akan ditempuh dalam upaya penyelesaian pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Hasil kunjungan lapangan wartawan Lomboktoday.co.id menunjukkan kemajuan fisik pekerjaan baru rampung pekerjaan galian tanah volume 315 m3, pasangan batu kosong boulder 60 s/d 120 kg/bh volume 281 m3, dan pencetakan buis beton K175, sebanyak 558 m2. Buis beton untuk pondasi nampak saat itu sudah ditata untuk tahapan pekerjaan beton sycloop 1Pc : 2Ps : 3Kr 60% dan batu 40% volume 139,50 m3 dan pancang pipa GI dia 3″ cm panjang 1.50 m sebanyak 186 buah.

‘’Hari ini, Jumat (20/11), pekerjaan beton sycloop sudah selesai,’’ jelas Yayan Supriatna sembari berharap pelaksanaan pekerjaan tidak lagi mendapat gangguan sosial.(ar/aha/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.