Libatkan Masyarakat Untuk Cegah Kekerasan Gender

Suasana acara penutupan kegiatan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), seminar kepemimpinan wanita dan sosialisasi penghapusan pelibatan laki-laki dalam kekerasan berbasis gender di pendopo timur gubernur NTB, Sabtu (21/11)
Suasana acara penutupan kegiatan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), seminar kepemimpinan wanita dan sosialisasi penghapusan pelibatan laki-laki dalam kekerasan berbasis gender di pendopo timur gubernur NTB, Sabtu (21/11)
Suasana acara penutupan kegiatan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), seminar kepemimpinan wanita dan sosialisasi penghapusan pelibatan laki-laki dalam kekerasan berbasis gender di pendopo timur gubernur NTB, Sabtu (21/11)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kesetaraan, keadilan dan keharmonisan hubungan antara laki-laki dan perempuan, harus diperjuangkan bersama lewat upaya bersama dalam penghapusan kekerasan berbasis gender, meningkatkan keterbukaan dan saling pemahaman diantara sesama serta mencegah terjadinya pernikahan usia dini yang rawan menjerumuskan, baik laki-laki maupun perempuan dalam lingkaran kekerasan (circle of violence) akibat kurangnya kedewasaan dalam berumah tangga.

Upaya ini pun harus disosialisasikan dan ditularkan kepada semua orang yang ada disekitar kita. Hal itu disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB, Hj Syamsiah Muh Amin dalam acara penutupan kegiatan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), seminar kepemimpinan wanita dan sosialisasi penghapusan pelibatan laki-laki dalam kekerasan berbasis gender, di pendopo timur gubernur NTB, Sabtu (21/11).

‘’Inilah tugas kita untuk memberikan pemahaman kepada saudara-saudara dan anak-anak kita, memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun kesetaraan dan keharmonisan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan,’’ katanya.

Pemberian sosialisasi dan pemahaman harus dilakukan dalam level yang terkecil dalam masyarakat terlebih dahulu yaitu pada keluarga, karena ini lingkungan yang paling dekat kita dan merupakan sendi negara yang paling penting.

Diakhir sambutan penutupannya, Hj Syamsiah Muh Amin berpesan kepada organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW untuk menyatukan langkah dan pandangan dalam memperjuangkan cita-cita luhur tersebut dengan cara dan strategi masing-masing.

‘’Saya beri kepada organisasi-organisasi wanita kebebasan dalam menjalankan pola dan bentuk komunikasi yang dianggap paling sesuai untuk mensosialisasikan hal tersebut,’’ ungkapnya.

Acara sosialisasi pendewasaan usia perkawinan (PUP), seminar kepemimpinan wanita dan sosialisasi penghapusan pelibatan laki-laki dalam kekerasan berbasis gender ini merupakan acara yang diadakan oleh BKOW Provinsi NTB dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota BKOW sebagai modal untuk berjuang memerangi ketidakadilan gender.(ivan/ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.