Bahrul Polisikan Managernya

Bahrul Mujahid. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)
Bahrul Mujahid. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)
Bahrul Mujahid. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Ahli Muda K3 & Lingkungan PT Indonesia Power PLTU Jeranjang, Bahrul Mujahid melaporkan Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang, Jimkerr, ke Polres Lombok Barat, pada 26 Oktober 2015 lalu.

Bahrul terpaksa menempuh jalur hukum dengan laporan polisi No.SP2 HP/245/XI/2015/RESKRIM Polres Lobar itu, karena berkaitan dengan tindak pidana pencemaran nama baik yang diduga telah dilakukan oleh Jimkerr terhadap dirinya.

‘’Pada Hari Jumat pagi, tanggal 25 September 2015, saya diminta oleh Kepala Divisi Pengembangan SDM & Talenta PT Indonesia Power pusat, Agung Siswanto untuk membuka email atas laporan Pak Jimkerr. Kemudian sekitar pukul 08.00 Wita, saya pun membuka email dan membaca isinya, dan ternyata di cc-kan ke semua petinggi PT Indonesia Power pusat oleh Pak Agung, sehingga semua menjadi tahu. Saya diminta untuk klarifikasi segera hanya waktu satu jam,’’ kata Bahrul kepada wartawan saat konferensi pers di Rumah Makan Ijo Gading Mataram, Minggu sore (22/11).

Bahrul menyayangkan sikap managernya, Jimkerr, yang telah melaporkan dirinya ke pusat. Mestinya, persoalan ini diselesaikan terlebih dahulu secara internal. Atas laporan ke pusat itu, akhirnya dia disidang disiplin di Bali pada 28 September 2015 lalu oleh tim KP2DP, dan dirinya dinyatakan tidak bersalah.

‘’Pokoknya saya melaporkan Pak Jimkerr ke Polres Lombok Barat ini, karena saya merasa terancam, nama baik saya jelek, saya difitnah dan karir saya mandek. Jadi, upaya yang saya lakukan ini untuk mencari kebenaran guna mengungkap siapa yang salah dan benar,’’ ungkapnya.

Atas laporan Bahrul ke Polres Lobar tersebut, setidaknya sejumlah saksi dalam hal ini kepala dusun (Kadus) yang ada di Desa Taman Ayu itu sudah diperiksa polisi, termasuk Jimkerr, selaku Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang. Hanya saja pada kesematan pemanggilan pertama itu, Jimkerr mangkir dari panggilan polisi.

Dan menurut informasi, lanjut Bahrul, polisi akan panggil kedua kali terhadap Jimkerr untuk diperiksa pada Rabu (25/11) mendatang.

‘’Atas persoalan yang menima saya ini, akhirnya saya mulai Senin besok (23/11) dipindah untuk perbantuan di Bali,’’ ujarnya.

Sementara itu, Manager Unit PT Indonesia Power PLTU Jeranjang, Jimkerr saat dihubungi Lomboktoday.co.id, melalui ponselnya berkali-kali, namun ponselnya tidak aktif.(ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.