NTB Tuan Rumah Kemah Wirakarya Nasional VIII-2015

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberi sambutan pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya (PW) Nasional VIII tahun 2015 pada Senin (23/11)
Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberi sambutan pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya (PW) Nasional VIII tahun 2015 pada Senin (23/11)
Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberi sambutan pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya (PW) Nasional VIII tahun 2015 di Gunungjae, Lombok Barat, pada Senin (23/11).

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Gerakan Pramuka mampu menumbuhkan generasi yang kuat, tangguh serta memiliki disiplin yang tinggi untuk memikul tanggung jawab membangun Bangsa Indonesia. Pramuka yang dulu sempat ditinggalkan, kini kembali digemari oleh anak-anak muda Indonesia. Demikian Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberi sambutan pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya (PW) Nasional VIII tahun 2015, di Gunungjae, Lombok Barat, pada Senin (23/11).

PW Nasional VIII ini diselenggarakan mulai 23-30 November 2015. Revitalisasi Pramuka Tahun 2006, Pengesahan UU tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan masuknya Pramuka dalam Kurikulum 2013 sebagai ektrakulikuler wajib yang dilaksanakan mulai Juli 2014 lalu, telah menunjukkan arah kebijakan yang benar dalam mendukung majunya Gerakan Pramuka.

‘’Kita sebagai bangsa harus memberikan ruang yang seluas-luasnya pada Gerakan Pramuka untuk terus berkembang dan menjadi suri tauladan bagi kaum muda lain,’’ kata orang nomer satu NTB yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTB.

PW Nasional VIII tahun 2015 adalah bentuk inovasi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk mewujudkan kegiatan yang bersifat pengabdian dan bakti kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk perkemahan. Gerakan Pramuka juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi muda.

Berdasarkan Munas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2013 di Kupang, NTB terpilih sebagai tuan rumah. ‘’NTB menjadi daerah yang pantas bagi Pramuka untuk membuktikan diri siap berbakti, berkarya dan menginspirasi untuk negeri,’’ ungkap Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bina Muda dan Penanggung Jawab Kegiatan, Editha Rahaded.

Gerakan Pramuka diharapkan menjadi satu jawaban nyata terhadap persoalan bangsa. ‘’Gerakan Pramuka terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan cita-cita Tri Satya dan Dasa Darma untuk ikut membangun masyarakat,’’ kata Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Bangsa Indonesia terus melakukan perbaikan dan pembangunan di semua bidang. Proses ini memerlukan perhatian semua pihak. Gerakan Pramuka, menurut Adhyaksa, berusaha memberikan kontribusi dalam porsi tersendiri demi membangun masyarakat Indonesia.

Pramuka merupakan calon pemimpin masa depan. Untuk menuju kesukseskan setiap orang harus melalui proses. ‘’Contohnya Kamabida kita. Bapak gubernur kita ini melalui proses awal menjadi aktivis Pramuka kemudian menjadi anggota DPR RI dan sekarang menjadi gubernur,’’ ungkap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Peserta PW Nasional VIII diterjunkan di lima sub-camp yaitu Desa Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Wajegeseng, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Kotaraja, Kabupaten Lombok Timur, Desa Sedau, Kabupaten Lombok Barat, dan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

PW Nasional VIII tahun 2015 ini, diikuti kurang lebih 2.500 Pramuka yang berasal dari seluruh Indonesia. Para peserta akan tinggal di rumah masyarakat dan melaksanakan kegiatan bhakti fisik serta non-fisik seperti pembangunan taman pendidikan Alqur’an, renovasi rumah tidak layak huni dan penyuluhan ke masyarakat.(ar/dra/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *