Tugas PPL Sangat Berat

Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur, H Qudratullah. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur, H Qudratullah. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur, H Qudratullah. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Adanya ungkapan dari Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan terkait keberadaan petugas penyuluh lapangan (PPL) yang dinilai perlu belajar kepada para petani, karena petani lebih paham tentang pertanian, mendapat tanggapan biasa dari Kepala BP4K Kabupaten Lombok Timur, H Qudratullah.

Menurut Qudratullah, apa yang diungkapkan bupati itu, merupakan salah satu motivasi yang diberikan kepada para PPL untuk lebih giat lagi melakukan tugas di lapangan.

‘’Ungkapan pak bupati itu merupakan motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi,’’ kata Qudratullah kepada wartawan di kantornya, Jumat (27/11).

Menurutnya, keberadaan PPL tersebut, masih sangat dibutuhkan oleh para petani, terutama dalam membantu petani meningkatkan hasil pertaniaannya. Karena tanpa pendampingan dari PPL, hasil pertanian petani tak berkembang.

‘’Sebenarnya tugas PPL itu sangat berat, tak hanya tanggungjawab secara administrasi semata, tapi juga moral,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, tugas PPL itu memberikan informasi baru kepada para petani, terutama berkaitan dengan penggunaan teknologi. Banyak petani yang tak paham teknologi, di sinilah peran PPL memberikan informasi.

‘’Tanpa ada PPL, hasil pertanian petani begitu-begitu saja. Dan dengan keterlibatan PPL dalam memberikan informasi, maka hasil pertanian petani makin meningkat,’’ ujarnya.

Seperti halnya dalam penggunaan pupuk, petani lebih senang menggunakan pupuk urea. Padahal itu salah, dengan keberadaan PPL yang memberikan masukan ke petani, kalau penggunaan pupuk urea yang berlebihan itu tidak baik, dapat merusak unsure hara tanah.

Ketika hasil pertanian petani tak bisa berkembang, di sinilah kehadiran penyuluh dibutuhkan. Sehingga dengan keberadaan PPL di lapangan untuk memberikan motivasi, dan memberikan informasi penggunaan teknologi, maka hasil yang diraih cukup memuaskan. Seperti hasil pertanian sebelumnya hanya 6 ton, kini naik menjadi 12 ton. ‘’Meski musim kemarau berkepanjangan, tapi Lotim bisa meraih suasembada pangan,’’ pungkasnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.