Kantor Desa Danger Disegel Karang Taruna

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sedikitnya lima orang anggota Karang Taruna, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur menyegel kantor Desa Danger, Senin (07/12), dengan menempelkan karton di pintu masuk kantor desa setempat yang bertuliskan ‘’Untuk Sementara Kantor Desa Disegel’’.

Pada saat penyegelan itu, Kades Danger, Muhidin bersama stafnya belum ada yang masuk kantor. Aksi penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas berbagai persoalan yang terjadi di Desa Danger, termasuk kurang trasparannya kades terhadap berbagai masalah dana desa dan proyek pembangunan yang ada di desa tersebut.

Kemudian tidak berapa lama setelah dilakukan aksi penyegelan itu, aparat Polsek Masbagik datang ke kantor Desa Danger untuk melakukan pengamanan, guna mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk melakukan negoisasi dengan massa aksi agar aksi penyegelan kantor desa itu segera dibuka.

‘’Kami melakukan ini karena kades tidak transparan dalam pengelolaan ADD dan proyek pembangunan di desa,’’ kata Koordinator Aksi, Gita Purnadi dalam orasinya.

Massa juga meminta kepada kades harus menjelaskan dan melakukan klarifikasi atas penggunaan dana PIJAR yang diterima kades. Massa juga memberikan deadline waktu 1×24 jam agar kades harus menyelesaikan pengerjaan dua jembatan yang dinilai sampai saat ini tidak kunjung jadi.

Selain itu, kades harus wajib mengembalikan fungsi dari masing-masing kaur sesuai tugas pokok, bukan menumpukkan kaur pemerintahan yang akan memudahkan terjadinya manipulasi data dan pembohongan kepada masyarakat.

‘’Kami minta kades harus transparan dalam mengelola keuangan agar tidak ada kecurigaan di tengah-tengah masyarakat. Kami jua minta agar BPD, LKMD dan Karang Taruna harus segera meminta klarifikasi kepada kades dan TPK atas pemindahan lokasi tersebut,’’ ungkapnya.

Sementara dari pihak kepolisian mempertemukan antara Kades Danger, Muhidin dengan anggota BPD, LKMD dan Karang Taruna guna menyelesaikan masalah yang terjadi di Desa Danger tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya aksi penyegelan kantor desa tersebut. Tapi dalam pertemuan itu, tidak ada keputusan yang dihasilkan, dan akan melakukan pertemuan lanjutan.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.