Winengan Desak Wapres Copot Presdir AP I

HL Winengan.
HL Winengan.
HL Winengan. (Dok/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Salah seorang tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), HL Winengan mendesak Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla untuk segera mencopot dan memberhentikan Presiden Direktur PT Angkasa Pura I, Sulistyo Wimbo Hardjito dari jabatannya.

Alasannya, karena Presiden Direktur PT AP I tersebut dalam pidatonya tiga hari lalu telah melontarkan pernyataan ingin memperpendek runway Bandara Internasional Lombok (BIL).

Padahal, Pemerintah Indonesia, sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berkomitmen untuk memperpanjang runway BIL tersebut.

‘’Kami atas nama warga NTB, baik NU dan ICMI meminta kepada Wapres RI, HM Jusuf Kalla yang saat ini datang ke NTB membuka acara Muktamar ke-6 dan Milad ke-25 ICMI, untuk segera mencopot dan memberhentikan Presdir PT AP I. Karena dalam pidatonya pada tiga hari lalu ingin memperpendek runway BIL,’’ kata HL Winengan kepada wartawan usai acara pembukaan Muktamar ke-6 dan Milad ke-25 ICMI di Auditorium M Yusuf Abubakar Universitas Mataram (Unram), Sabtu (12/12).

Winengan menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memperpanjang runway BIL tersebut, agar bisa masuk airbus 747. Tapi, apabila runway BIL ini diperpendek, itu artinya hanya bisa masuk airbus 737.

Dengan memperpendek runway BIL ini, menurut Winengan, adalah langkah yang tidak benar. Dan jangan sampai ada kepentingan, takut bersaing dengan Lombok. Bila hal ini muncul, tentu terjadi akan terjadi diskriminasi terhadap daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

‘’Katanya pak presiden hanya bantu atau ingin membangunan ITDC dengan biaya Rp1,8 triliun. Tapi buktinya, pada tahun 2016 nanti, anggaran untuk membangun ITDC sebesar Rp1,8 triliun itu ternyata  tidak ada. Konspirasi apa yang terjadi di bangsa ini yang telah menganaktirikan NTB,’’ ungkapnya.

Menurut Winengan yang juga Sekretaris NU PW NTB ini, apa perlu masyarakat NTB melakukan gerakan merdeka seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat Aceh dan Papua, agar bisa diperhatikan oleh Bangsa Indonesia ini.

‘’Jadi, pada intinya kami menuntut agar Presdir PT AP I itu segera diberhentikan. Karena yang bersangkutan telah mempermalukan pemerintah, mempermalukan negara, mempermalukan presiden yang telah berjanji untuk memperpanjang runway BIL sepanjang 3.000 meter dengan biaya kurang lebih Rp200-Rp300 miliar,’’ ujarnya.(ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.