44 Unit Rumah Tersapu Angin Puting Beliung

Salah satu dari 44 unit rumah warga yang terkena musibah angin puting beliung di Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Salah satu dari 44 unit rumah warga yang terkena musibah angin puting beliung di Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
PUTING BELIUNG: Salah satu dari 44 unit rumah warga yang terkena musibah angin puting beliung di Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sedikitnya 44 unit rumah warga di wilayah Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, tersapu angin puting beliung, Rabu (23/12), sekitar pukul 17.30 Wita. Termasuk juga beberapa tempat ibadah, berupa masjid dan musolla.

Beruntungnya dalam kasus bencana alam ini, tidak ada korban jiwa. Karena, warga langsung berhamburan dan berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang aman.

Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim bersama TNI dan Polri saat ini tengah membantu masyarakat untuk membersihkan puing-puing bahan bangunan yang rusak akibat di sapu angin puting beliung.

Kepala Bidang Distribusi dan Tanggap Darurat BPBD Lotim, M Takdir Ilahi saat dikonfirmasi mengatakan, dari data yang sudah ada, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung itu sebanyak 44 unit, termasuk diantara tempat ibadah.

‘’Yang mengalami rusak berat sebanyak dua unit, sehingga pemiliknya untuk sementara diungsikan ke tetangga terdekat. Saat kejadian angin puting beliung tersebut, belangsung sangat cepat sekali,’’ katanya kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (23/12).

Takdir menjelaskan, pihak BPBD bersama TNI, Polri dan masyarakat, sedang melakukan gotong-royong untuk memindahkan bekas angin puting beliung yang menimpa rumah warga tersebut.

Selain itu, pihaknya juga membawakan bantuan untuk masyarakat yang terkena angin puting beliung itu, berupa sandang, sehingga bisa mengurangi beban bagi mereka yang tertimpa musibah.

‘’Untuk masalah kerugian, kami masih belum bisa memastikan berapa taksiran kerugian karena masih dilakukan pendataan,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.